1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Pelajar dan mahasiswa dilibatkan kawal Pilgub Jateng, begini cara lapor pelanggaran

"....Yang penting saksi pelapor jangan 'jarene (katanya)'. Harus melihat, mendengar, dan menyaksikan sendiri peristiwa tersebut,"

Relawan partisipatif yang didominasi pelajar dan mahasiswa menggelar aksi long march dan orasi menyuarakan jalannya Pilgub Jateng bersih dan damai. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Selasa, 14 November 2017 13:41

Merdeka.com, Jawa Tengah - Puluhan relawan partisipatif di Klaten menggelar long march dan orasi di sepanjang Jalan Merapi, Klaten, Selasa (14/11). Didampingi Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Klaten, mereka menyuarakan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018 mendatang berlangsung damai dan bersih.

Dari pantauan, aksi yang diikuti sekitar 70 relawan yang didominasi pelajar dan mahasiswa itu membentangkan sebuah spanduk bertuliskan Deklarasi Relawan Partisipatif. Selain itu, mereka juga mengusung berbagai poster, seperti 'Pemilih Cerdas, Pemilu Berkualitas', 'Stop Black Campaign', Hak Pilih Anda Menentukan Masa Depan Bangsa', hingga 'Tolak Poltik Uang'.

"Dulu namanya Relawan Pengawas, sekarang disebut Relawan Partisipatif. Aksi ini bertujuan untuk memancing publik agar ikut terlibat mengawasi jalannya Pilgub. Efeknya akan menjadi 'alarm' bagi peserta maupun tim sukses. Ini lho ternyata masyarakat juga mengawasi, bukan hanya Panwas. Sehingga mereka takut melakukan kecurangan," ujar Arif Fatkhurrokhman, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaskab Klaten.

Sebelum melakukan long march, para relawan partisipatif mengikuti Forum Group Discussion (FGD) sekaligus Deklarasi Pemilu Damai. Sebab di era kemajuan teknologi saat ini, tiap warga masyarakat, utamanya anak muda yang dekat dengan gadget, bisa melaporkan dengan mudah jika ada dugaan pelanggaran pemilu.

"Bagaimana cara pelaporan lewat media sosial (medsos)? Kalau sudah ditemukan adanya pelanggaran, termasuk bukti dan saksi, itu dikirim ke siapa?," tanya Rifka, relawan partisipatif asal SMK Negeri 3 Klaten saat FGD.

Menanggapi itu, Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Panwaskab Klaten, Tri Hastuti mengatakan, pihaknya menyiapkan wadah pelaporan melalui berbagai akun medsos seperti Facebook, Instagram, Twitter, hingga website dan Whatsapp (WA). Selain itu bisa datang langsung ke Kantor Panwaskab yang terletak di Jalan Bali No 32 Klaten.

"Pelaporan bisa lewat telepon, WA, maupun medsos kami. Kalau takut datang ke kantor, kami yang jemput bola. Karena dari laporan awal akan kami tanyakan atau klarifikasi bagaimana kejadian awalnya, apa bukti-buktinya, di mana peristiwanya. Identitas pelapor kita jamin dan rahasiakan," kata dia.

Setelah dari pelapor, sambung Hastuti, pihaknya juga akan mengklarifikasi saksi terlapor. Lantas Panwas akan melakukan kajian, apakah laporan dugaan pelanggaran tersebut termasuk kategori pelanggaran administrasi, etika, atau kah pidana. Jika pelanggaran administrasi ranah KPU, sedangkan pidana adalah kepolisian.

"Kalau ternyata pelanggarannya etika, nanti akan diserahkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Nanti yang bersangkutan akan menerima sanksi dilarang mendaftar sebagai penyelenggara pemilu seumur hidup. Yang penting saksi pelapor jangan 'jarene (katanya)'. Harus melihat, mendengar, dan menyaksikan sendiri peristiwa tersebut," pungkasnya.

(PU) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pilgub Jateng
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA