1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Parijoto, buah mujarab pegunungan Muria untuk ibu hamil

"Bagi pasangan yang belum memiliki anak. Dengan memakannya, dipercaya dapat segera mempunyai momongan."

Parijoto, buah mujarab pegunungan Muria.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Kamis, 16 Februari 2017 11:50

Merdeka.com, Jawa Tengah - Bila Anda berziarah di makam Sunan Muria di Kudus, pasti akan menemui sejumlah pedagang yang menjajakan buah parijoto di kompleks wisata religi tersebut.

Buah dengan warna ungu kemerah merahan saat matang itu dijual dengan harga berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu rupiah. Buah yang berukuran cukup kecil dan menggerombol dalam setiap tangkainya memiliki rasa asam yang bercampur dengan sepat.

Namun jangan salah. Masyarakat setempat meyakini, jika buah tersebut dikonsumsi ibu hamil, anak yang dilahirkan bisa berwajah tampan atau cantik sekaligus berkepribadian baik.

Begitu pula bagi pasangan yang belum memiliki anak. Dengan memakannya, dipercaya dapat segera mempunyai momongan.

“Buah ini dipercaya dapat membuat sang jabang bayi cakap saat dilahirkan. Parijoto merupakan tanaman peninggalan atau warisan Sunan Muria,” kata Sutiyah, pedagang di pasar wisata Desa Colo.

Saat ini, parijoto sudah dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bentuk buahnya yang cukup menarik dengna warna mencolok. Tanaman yang termasuk jenis perdu dengan nama latin Medinilla Speciosa serta Anggur Asia (Showy Asian Grapes) itu merupakan primadona Pegunungan Muria.

“Tidak ada waktu tertentu untuk panen parijoto. Buah ini dapat dipanen setiap saat,” tambah Sutiyah, sambil melayani pembeli beberapa waktu yang lalu.

Parijoto menurut keterangan Sutiyah, tumbuh di hutan rakyat Pegunungan Muria tersebut dikelola warga Colo, tapi hanya beberapa orang yang diperbolehkan. “Jadi yang sudah jadi petani parijoto, tidak boleh berdagang di komplek makam, meraka hanya melayani pedagang yang memesan ke mereka,” jelasnya.

(I)
  1. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA