1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Pantau kelangkaan gas bersubsidi, Ganjar usulkan distribusi tertutup

"Ini artinya ada yang menggunakan gas bersubsidi secara berlebih,"

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Kamis, 14 September 2017 21:41

Merdeka.com, Jawa Tengah - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram beberapa hari ini karena bahan bakar bersubsidi tersebut diminati semua kalangan. Padahal seharusnya, gas melon tersebut hanya diperuntukkan bagi pengguna dari kalangan miskin.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan sudah memantau kelangkaan gas tersebut selama empat hari. Sebagai penanganan jangka pendek, dia telah memerintahkan adanya operasi pasar. "Jawa Tengah itu sudah melebihi empat persen dari yang dialokasikan. Ini artinya ada yang menggunakan gas bersubsidi secara berlebih," terangnya di Kebumen, Kamis (14/9).

Menurutnya, indikasi penggunaan gas 3 kilogram secara berlebih tersebut terlihat jelas karena gas tersebut paling murah dibanding kemasan 5,5 kilogram dan 12 kilogram. "Saya sampaikan begitu harga elpiji yang 12 kg mahal dan yang pink (bright gas) lebih tinggi harganya maka mereka akan lari ke harga yang lebih murah. Nah yang murah ini dipakai untuk rebutan, permintaan elpiji 3 kg makin tinggi tapi tidak sesuai tempatnya," ujar Ganjar.

Agar gas bersubsidi tepat sasaran, Ganjar mengusulkan distribusi gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram, dilakukan secara tertutup. Hal ini sekaligus mengantisipasi kelangkaan elpiji di masyarakat. "Jangka panjangnya saya mengusulkan waktu rapat di istana negara agar gas melon ini diberikan pada orang yang memegang identitas, identitas mohon maaf ya kemiskinan ya sehingga kalau dia menebus itu ditunjukkan, baru dilayani," katanya. Pola ini sama dengan pembelian pupuk bersubsidi, sehingga pembelinya bisa tepat sasaran.

Menurut Ganjar, jika distribusi gas elpiji 3 kg tetap dilakukan dengan cara terbuka seperti sekarang dan semua lapisan masyarakat bisa membeli secara bebas. Maka menurutnya akan terjadi kelangkaan serta penyalurannya tidak tepat sasaran. 

(PU) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Elpiji Subsidi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA