1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Nih jadwal buka dan tutup tempat hiburan malam di Solo selama Ramadan

Para pengelola tersebut diwajibkan tutup selama tujuh hari di awal Ramadan dan tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Solo, Arief Darmawan. ©2017 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Selasa, 30 Mei 2017 07:47

Merdeka.com, Jawa Tengah - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta bakal menindak tegas pemilik usaha rekreasi, tempat hiburan malam, dan pengobatan tradisional pijat urut yang buka selama Ramadan. Hal itu menyusul terbitnya surat edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 435/SE/1529 pada 24 Mei 2017 lalu.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Solo, Arief Darmawan mengatakan, SE Wali Kota mengatur tentang operasional usaha rekreasi dan hiburan malam, serta pengobatan tradisional tradisional pijat urut selama bulan suci Ramadan. Para pengelola tersebut diwajibkan tutup selama tujuh hari di awal Ramadan dan tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Wali kota menjamin agar umat Islam di Kota Solo dapat menjalani ibadah secara khusyuk. Selain itu, kita juga memberikan jaminan kepada para pengusaha agar tidak ada sweeping dari ormas. Maka sebelum diberlakukan SE ini, kita sudah undang dan sosialisasikan kepada para pengusaha maupun ormas," kata Arief, kemarin.

Sesuai SE, secara rinci dia menerangkan, pengelola usaha pengobatan tradisional pijat urut diwajibkan tutup selama tujuh hari di awal Ramadan dan tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Adapun jam operasional mulai pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB dan pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Ketentuan serupa juga diberlakukan bagi operasional diskotek dan pub yang diperbolehkan buka mulai pukul 22.00 WIB - 02.00 WIB. Sedangkan bar buka mulai pukul 21.00 WIB - 01.00 WIB, kafe pukul 11.00 WIB - 01.00 WIB, dan rumah karaoke buka dari pukul 11.00 WIB - 01.00 WIB.

"Sudah kita lakukan monitoring sejak H-1 SE atau tanggal 26 Mei lalu bersama tim terpadu dari kepolisian, Denpom, Dinas Sosial, dan Dinas Pariwisata. Hasilnya, sampai hari ini masih taat dan nihil (pelanggaran). Upaya ini akan terus kita lakukan untuk memberikan jaminan kenyamanan umat muslim yang menjalani ibadah puasa," terangnya.

Ditambahkan, jumlah pemilik usaha rekreasi, tempat hiburan malam, dan pengobatan tradisional pijat urut di Kota Solo mencapai ratusan. Dari jumlah itu, didominasi usaha kafe yang menghadirkan hiburan live music dan karaoke. Mereka rata-rata tersebar di kawasan Manahan dan sekitar lapangan Kota Barat.

"Kalau ada pelanggaran lapor ke kami. Kita akan tindak siapapun yang melakukan pelanggaran. Bagi yang masih nekat melanggar akan kami jerat tindak pidana ringan dengan ancaman sanksi pidana kurungan paling lama enam bulan dan denda maksimal Rp 50 juta," tambah Arief. 

(PU) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Ramadan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA