1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Komunitas di Temanggung ini kampanye lingkungan dengan naik sepeda berusia 50 tahun

"...tidak ingin kehilangan rantai sejarah kejayaan sepeda ontel."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 29 November 2017 13:19

Merdeka.com, Jawa Tengah - Dengan cara unik, bapak-bapak dan simbah-simbah di Kabupaten Temanggung, Rabu (29/11) mengkampanyekan pengurangan polusi udara. Mereka tergabung dalam komunitas MAOS, maniak ontel Sindoro Sumbing.

Orang-orang tua tersebut dengan semangat mengayuh sepeda berkeliling Temanggung. Agar semakin menggelora, mereka juga mengenakan pakaian khas para pejuang. Tak sedikit pula yang mengenakan pakaian tradisi jawa.

Ketua MAOS Temanggung, Agustinus Susilo mengatakan bahwa aksinya tersebut untuk menggugah semua kalangan agar mencintai lingkungan dan hidup sehat. Dengan naik sepeda, menurutnya akan sangat mengurangi emisi karbon.

"kalau udara bersih, hidup kita semakin sehat. Itu keuntungan kecil, selain keuntungan lainnya yang bisa menghindarkan kita dari bahaya polusi udara dari emisi karbon kendaraan bermotor," kata dia.

Atas semangatnya tersebut, kini banyak orang yang bergabung mendukung gerakannya bersama Komunitas MAOS tersebut. Mulai dari PNS, Guru, Seniman, Pelajar hingga pensiunan.

"Kita satu suara dan satu semangat, untuk menciptakan hidup dan lingkungan yang sehat," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, saat ini sepeda ontel telah menjadi barang klasik dan langka yang pernah mengalami masa kejayaan. Dia pribadi beserta komunitasnya, tidak ingin kehilangan rantai sejarah kejayaan sepeda ontel.

"Kebesaran instansi pemerintah seperti kantor pos dan telkom tidak bisa dilepaskan dari peran sepeda ontel ini," kata dia.

Menurutnya usia rata-rata usia sepeda onthel yang dimiliki anggota MAOS ini antara 40 hingga 50 an tahun dan masih banyak tersebar di wilayah penghasil tembakau ini. Jadi tak ada alasan lagi untuk tidak menyebutnya “benda bernilai historis”.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Lingkungan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA