1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Kekeringan di Temanggung meluas

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah tersebut setiap hari kami mendistribusikan minimal 10 tangki air bersih secara bergantian.”

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Sabtu, 09 September 2017 19:03

Merdeka.com, Jawa Tengah - Krisis air bersih di Kabupaten Temanggung semakin meluas, mencapai 10 desa di enam kecamatan. Cuaca yang semakin panas sejak memasuki bulan September, menyebabkan sumber mata air andalan masyarkat mulai mengering.

“Situasi tersebut terutama melanda pemukiman penduduk yang berada di wilayah perbukitan, sumber mata air sudah tidak lagi mengeluarkan air bersih,” jelas Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Agus Sudaryono, Sabtu (9/9).

Lebih dikatakan, sebelumnya hingga akhir bulan Agustus lalu, terpantau hanya 8 desa di Kabupaten Temanggung yang mengalami krisis air bersih. Tepatnya 14 dusun di 6 Kecamatan, yaitu Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Kranggan Selopampang dan Bejen.

Namun, memasuki pekan kedua September ini, krisis air bersih telah merambah ke dua desa baru. Yakni Desa Tepusen di Kecamatan Kaloran dan Desa Kemiri Kecamatan Kandangan.

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah tersebut setiap hari kami mendistribusikan minimal 10 tangki air bersih secara bergantian,” imbuhnya.

Namun demikian, Agus tak menampik bahwa dalam upayanya menanggulangi kekeringan tersebut, BPBD Kabupaten Temanggung masih menemui kendala yakni keterbatasan armada pengangkut air bersih menuju berbagai wilayah.

Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan menggandeng sejumlah lembaga yang memiliki armada pengangkut air bersih untuk membantu menyalurkan bantuan apabila jumlah daerah yang mengalami krisis air bersih terus bertambah.

“Kami akan bekerja sama dengan pihak atau lembaga lain dalam memenuhi kebutuhan armada selama pengiriman air bersih. Di antaranya PDAM dan Dinas Sosial,” pungkasnya.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Bencana
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA