1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Iwan jadi mualaf sebelum kembalikan formulir pendaftaran cawagub PDIP

Iwan membantah proses dirinya menjadi mualaf ini semata karena mengincar rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan terkait pelaksanaan Pilgub Jateng.

©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Jum'at, 11 Agustus 2017 13:28

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pengembalian formulir penjaringan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur dari DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah terakhir pada hari ini Jumat (11/8). Ada yang sedikit berbeda tepat di hari Jumat ini, salah satu yang mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan, Pho Iwan Salomo menjadi mualaf sebelum mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wagub.

Iwan yang setelah menjadi muslim bernama Ahmad Iwan Sulaeman mengaku mendapat dukungan para ulama untuk maju menjadi calon wagub Jateng pada pemilihan gubernur Juni 2018 mendatang. Ia menceritakan, sebenarnya sudah ingin menjadi seorang muslim sejak tahun 1994. "Saya kala itu mendapat bimbingan dari guru saya di Banjarnegara," ucapnya di Masjid Baiturrahman Semarang. Namun seiring berjalannya waktu, keinginan mengucap dua kalimat syahadat pun belum terlaksana dan baru terlaksana hari ini.

Meski mengaku mendapat dukungan kiai dan ulama, Iwan membantah proses dirinya menjadi mualaf ini semata karena mengincar rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan terkait pelaksanaan Pilgub Jateng. Ia pun membantah apa yang dilakukan ini untuk mencari sensasi atau mencari massa. Menurutnya, sebelum mantap menjadi muslim dirinya terus mencari hidayah hingga mendapat waktu yang pas pada Jumat 11 Agustus 2017. "Pengucapan syahadat pun dilakukan pukul 11.00 dengan dipandu Kiai Muhammad Tauhid dari Pondok Pesantren Al Madina Terwidi Gunungpati," jelasnya.

Pria yang berprofesi sebagai advokat ini optimistis mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju menjadi calon Wakil Gubernur Jateng. "Massa dan pendukung saya banyak, bahkan saat pengembalian formulir sedianya ada 1600 hingga 2000 orang yang akan mengantar, tapi saya larang karena pasti akan memacetkan jalan dan mengganggu masyarakat," jelas Iwan. Massa pendukungnya, kata Iwan, selain dari ulama juga berlatar belakang aktivis LSM dan masyarakat kelas menengah bawah.

Meski optimistis menjadi calon wakil gubernur, Iwan menegaskan dirinya tidak akan menjadi anggota partai berlambang banteng moncong putih tersebut. "Saya pakai baju putih dan PDIP itu merah, merah putih lebih serasi dan saling melengkapi," ungkapnya. Kondisi tersebut dinilainya tidak akan menjadi halangan karena dirinya memiliki program nyata yang sejalan dengan PDIP.

(PU) Laporan: Dian Ade Permana
  1. Pilgub Jateng
  2. Cagub Jateng 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA