1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Inilah Diar, seorang marbot yang berhasil jadi lulusan terbaik Unsoed dengan IPK 3,85

"Selama kuliah saya mendapat beasiswa PPA dari Kemenristek Dikti. Jadi tidak terlalu membebani orang tua. Sebagai marbot, saya tidak digaji,"

Wisudawan Terbaik Fisip Unsoed, Diar Budi Utama berfoto usai menerima ijazah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana Ke-58, Profesi Ke-41, Sarjana Ke-126, Diploma Tiga Ke-105, dan Diploma Dua Ke-5 Universitas Jenderal Soedirman. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Kamis, 14 September 2017 10:07

Merdeka.com, Jawa Tengah - Kondisi ekonomi yang pas-pasan tidak berpengaruh pada prestasi seseorang. Jika ada kemauan keras, siapapun bisa meraih cita-cita. Itulah yang ingin dibuktikan para wisudawan terbaik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Bukan hanya Vicky Aditya Lestari (22), seorang anak montir bengkel asal Kabupaten Brebes yang berhasil meraih Sarjana Kedokteran Gigi dengan IPK 3,91 dan menjadi lulusan terbaik Unsoed. Vicky merupakan penerima beasiswa bidikmisi.

Kemauan dan kerja keras itu juga dibuktikan oleh Diar Budi Utama yang merupakan seorang marbot atau penjaga Masjid Al Fattaah Perumahan Sumampir, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas. Lulusan Terbaik Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsoed ini meraih IPK 3,85 dengan masa studi empat tahun.

Selama menjadi pengurus masjid, Diar yang kelahiran Tasikmalaya, 28 Oktober 1994 ini tetap aktif dalam kegiatan di kampus. Dia pernah menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi FISIP Unsoed 2016, Co Trainer Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM), Co Trainer Pengembangan Karakter Kepribadian Mahasiswa (PKKM) dan Delegasi Terbaik dalam kegiatan Temu Administrator Muda Indonesia 2016.

"Selama kuliah saya mendapat beasiswa PPA dari Kemenristek Dikti. Jadi tidak terlalu membebani orang tua. Sebagai marbot, saya tidak digaji," ujar putra pasangan Maman Ruhaendi dan Apong Sumarni ini. Ayahnya sendiri merupakan seorang karyawan BUMD di Tasikmalaya, sedangkan ibunya pemilik warung kelontong. Keberhasilannya mendapatkan beasiswa itu tentu membuat Diar mampu mewujudkan keinginanya melanjutkan kuliah tanpa banyak membebankan biaya pada orang tua.

Selepas wisuda, Diar berharap dapat melanjutkan studinya di jurusan Manajemen Bencana, Universitas Pertahanan Bogor. Pasalnya, dia memiliki keinginan untuk membantu masyarakat di daerah rawan bencana.

Pada upacara wisuda kali ini, Unsoed melepas 1.829 alumninya dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana Ke 58, Profesi Ke 41, Sarjana Ke 126, Diploma Tiga Ke 105 dan Diploma Dua Ke 5 pada Rabu (13/9). Sebanyak 405 wisudawan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude.

Rektor Unsoed, Dr Ir Achmad Iqbal MSi mengaku bangga pada wisuda kali ini, wisudawan terbaik diraih oleh para penerima beasiswa Bidikmisi. Hal ini membuktikan bahwa Unsoed peduli dengan mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan. "Intinya, Unsoed adalah kampus kerakyatan dan memiliki kepedulian kepada mahasiswa yang kurang secara finansial," ujarnya. (suk)

(PU)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA