1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Inilah 13 inovasi Ganjar yang diakui Nasional

Beberapa inovasinya kini diadopsi oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi program Nasional.

©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Rabu, 09 Agustus 2017 13:44

Merdeka.com, Jawa Tengah - Sejak memimpin Jawa Tengah pada 23 Agustus 2013, Ganjar Pranowo dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang populer di mata rakyat. Namun tak banyak yang tahu bagaimana kinerja Ganjar dan apa saja yang telah diperbuatnya untuk Jawa Tengah.

Ternyata Ganjar banyak menorehkan sejumlah prestasi skala Nasional. Beberapa inovasinya kini diadopsi oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi program Nasional. Berikut daftarnya.

1. Reformasi Birokrasi
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi baru-baru ini mengeluarkan hasil evaluasi penilaian reformasi birokrasi di kementerian, pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Hasilnya, untuk tingkat provinsi posisi teratas diduduki Pemprov Jateng. Beberapa program Ganjar yang dinilai berhasil di antaranya lelang jabatan dari eselon I hingga IV, pelaporan LHKPN hingga pejabat eselon IV, pelaporan gratifikasi seluruh pejabat, peningkatan tunjangan pegawai dan pelayanan publik mudah murah cepat.

2. Kredit Bunga Terendah
Berawal dari keprihatinan akan sulitnya akses modal untuk pengusaha kecil. Ganjar menerapkan kredit pembiayaan dari Bank Jateng untuk UMKM dengan bunga 7% per tahun, tanpa agunan dan tanpa biaya administrasi. Ketika diluncurkan, bunga kredit ini tercatat terendah se-Indonesia dan kini banyak ditiru pemerintah daerah lain di penjuru tanah air.

3. Pelaporan Gratifikasi Terbanyak
Komisi Pemberantasan Korupsi memberi penghargaan Ganjar sebagai pelapor gratifikasi terbanyak pada 2015. Prestasi ini diberikan atas keseriusan Ganjar dalam mengendalikan pemberian gratifikasi baik pada gubernur maupun pejabat pemprov Jateng. Sekarang, budaya parsel lebaran bahkan sudah tak ada lagi di Pemprov Jateng.

4. Zakat ASN
Karena regulasi baru, kini pondok pesantren dan masjid mengeluhkan susah mengakses bantuan sosial dan hibah. Ganjar membuat terobosan, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang berjumlah lebih dari 40 ribu di Pemprov Jateng berzakat. Pendapatan setiap ASN kini dipotong langsung 2,5 persen. Perbulan terkumpul Rp 1,6 miliar yang digunakan untuk bantuan kebencanaan, perbaikan rumah tak layak huni (RTLH), pendidikan dan pondok pesantren, masjid, bidang kesehatan, dan lain-lain.

5. Gubernur Twitter
Ganjar sebagai gubernur yang getol ber-twitter sudah banyak yang tahu. Masyarakat bebas melaporkan apa saja, bahkan sekadar berbincang dan bergurau bersama gubernurnya. Tapi ada dampak lain yang lebih dahsyat. Jika ada pengaduan adanya orang hilang, orang sakit tak bisa bayar rumah sakit, anak yatim terlantar, maka cukup lapor Ganjar via twitter, instagram, atau facebook, maksimal dua jam sudah tertangani. Dipastikan, begitu ada laporan, petugas dinas sosial menyambangi lokasi danĀ  melakukan upaya penanganan. Berkat keaktifannya, Twitter Indonesia membuatkan aplikasi khusus untuk pengaduan rakyat bernama Twitter Kemala.

Dengan social media pula, Ganjar menyediakan diri menjadi sales produk kerajinan dan kuliner masyarakat Jateng. Ia sering meretweet promosi produk atau makan di warung kecil untuk kemudian memposting foto makanan tersebut.

6. SMK Jateng
Jateng telah menahbiskan diri sebagai provinsi vokasi dengan perhatian lebih pada sekolah kejuruan atau SMK. Ganjar lebih mempertajam gerakan ini dengan mendirikan tiga SMK yang diperuntukkan bagi siswa miskin berprestasi. Kini ada SMK Jateng yang berdiri di Kota Semarang, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Purbalingga. Seluruh siswa tinggal di asrama, mendapat seluruh fasilitas dari buku, seragam, dan akomodasi. Semuanya tidak dipungut biaya alias gratis. SMK Jateng ini kerap dikunjungi dinas pendidikan dari provinsi lain yang ingin belajar dan menerapkan di daerahnya.

7. Desa Tangguh dan Berdikari
Ganjar mencanangkanĀ  program pembentukan desa tangguh bencana pada 2016 lalu. Targetnya hingga 2018 seluruh desa dari 2204 desa rawan bencana di Jateng sudah terbentuk desa tangguh. Selain itu Ganjar juga membentuk 100 desa berdikari. Yakni kawasan desa yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki baik pariwisata hingga sumber daya alam dan energi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakatnya.

8. Inovasi Kesehatan
Tiga inovasi pelayanan publik Pemprov Jateng masuk dalam top 99 inovasi pelayanan publik yang digelar Kemenpan-RB. Yakni penyederhanaan prosedur pendaftaran rumah sakit melalui Si Bina Cantik, penetrasi online oleh RSUD Prof Dr Margono Soekarjo dan Layanan Peluk My Darling yang diciptakan RSUD Kelet Jepara. Ganjar juga meresmikan Pembangunan Rumah sakit RS Thalasemia pertama di Indonesia di Banyumas pada 2016. Kemudian pencanangan pembangunan RS modern bertaraf internasional di MAJT.

9. Seragam Batik ASN
Ganjar menolak pemberlakuan seragam ASN yang ditetapkan Kemendagri. Ia justru menetapkan seluruh ASN Pemprov Jateng mengenakan batik daerah masing-masing sebagai pakaian kantor dari Selasa hingga Jumat. Penggunaan batik secara massal ini berhasil menggairahkan pasar batik di Jawa Tengah.

10. Kartu Tani
Berawal dari fenomena kelangkaan pupuknya karena penyelundupan pupuk bersubsidi, Ganjar membuat kartu tani. Dalam kartu ini ada data identitas petani, luas lahan, jenis tanaman, dan kebutuhan pupuk. Di luar petani tak ada yang bisa mengakses pupuk bersubsidi sehingga mengeliminir kejahatan. Presiden Jokowi mengapresiasi dan menjadikan kartu tani program nasional.

Di bidang pertanian, Ganjar juga mendapat penghargaan dari Badan Standarisasi Nasional sebagai pelopor standar nasional Indonesia (SNI) pertanian organik.

11. SiHaTi
Sejak 2015, Pemprov Jateng didukung Bank Indonesia membangun SiHaTi (Sistem Informasi Harga dan Produk Komoditi), sebuah aplikasi mobile berbasis android. Fungsinya memantau dan mengendalikan inflasi yang diakibatkan gejolak harga pangan (volatile food). Hasilnya Jateng selalu berhasil mendapatkan penghargaan pemerintah pusat, TPID Terbaik 2015 dan TPID Inovatif 2016.

12. Infrastruktur
Jalan Provinsi di Jateng kini mulus berkat naiknya anggaran dari yang semula Rp 900 miliar menjadi Rp 2,1 triliun. Ganjar juga menaikkan harga diri rakyat Jateng dengan membuat mulus jalan perbatasan provinsi. Infrastruktur perhubungan Jateng dalam kurun empat tahun terakhir pun meningkat pesat berkat penetrasi Ganjar ke pemerintah pusat. Di antaranya; pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani yang akan selesai 2018, pengembangan Bandara Jenderal Sudirman di Wirasaba Purbalingga, jalan tol (Ungaran-Bawen, Bawen-Salatiga, Semarang-Batang, Batang Pemalang, Semarang-Demak, Solo-Ngawi).

13. Pariwisata
Tahun 2016 ditandai Ganjar dengan pencanangan Tahun Infrastruktur Pariwisata. Pada tahun ini dilakukan peresmian Kebun Raya Baturraden di Banyumas, revitalisasi Kota Lama Semarang, pembangunan infrastruktur listrik dan jalan di Karimunjawa, pengembangan Museum Sangiran dan pengembangan kawasan wisata Dieng.

(PU)
  1. Inovasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA