1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Hotel di Semarang ini bangun masjid unik di dalam hotel

"Total butuh sekitar 3.500 botol bekas air mineral untuk menyusun masjid, lengkap dengan menara dan kubahnya."

Miniatur Masjid yang berada di lobi Star hotel Semarang.. ©2017 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Selasa, 30 Mei 2017 15:27

Merdeka.com, Jawa Tengah - Menyambut bulan Ramadan 1438 H ini, Star Hotel Semarang menyajikan tampilan unik di lobi, yakni bangunan masjid dari limbah botol air mineral.

Ya, sebuah miniatur masjid terbuat dari susunan botol air mineral bekas mejeng di lobi hotel tersebut. Miniatur masjid tersebut menjadi pemandangan utama selama bulan Ramadan ketika tamu hotel datang.

Dengan berukuran 3 x 3 meter, sebanyak 3.500 botol air mineral bekas dikumpulkan untuk dapat tersusun miniatur tersebut.

"Total butuh sekitar 3.500 botol bekas air mineral untuk menyusun masjid, lengkap dengan menara dan kubahnya," terang General Manager Star Hotel Benk Mintosih, Selasa (30/5).

Sementara untuk waktu penyusunan, diperlukan waktu sekitar 1 bulan untuk mempersiapkan pembangunan miniatur masjid ini. Mulai dari pengumpulan botol bekas, menyusun kerangka hingga pekerjaan utama menempel dan merangkai botol.

Hingga akhirnya tepat di awal bulan Ramadan ini, miniatur masjid tersebut rampung dikerjakan dan menghiasi lobi hotel. Para pengunjung juga menjadikan miniatur masjid ini sebagai latar untuk berswafoto.

"Kami akan selalu menghadirkan program kreatif setiap tahunnya di bulan puasa, di mana di tahun lalu kami melakukan tadarus 30 juzz bagi para tamu," ucapnya.

Sementara itu, PR Star Hotel Ai Sotya menambahkan bahwa tidak seluruh botol air mineral diperoleh dari hasil limbah yang didapat dari tiap-tiap kamar. Dari limbah kamar tersebut hanya diperoleh 1.500 botol, selebihnya diperoleh dari para pemulung.

"Sayangnya kalau botol dari pemulung, kami harus mencucinya lebih dahulu jadi butuh waktu dan proses lebih lama dan harus satu merek agar bentuknya sama," bebernya.

Saat waktu buka puasa tiba, di miniatur masjid ini juga dikumandangkan suara azan secara live. Petugas yang akan menjadi muazin merupakan pegawai hotel.

(I)
  1. Perhotelan
  2. Ramadan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA