1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Gotong royong halau kanker serviks di Temanggung

“Bila memang dari pemeriksaan hasilnya positif maka secepatnya bisa ditangani dan segera sembuh.”

Ilustrasi. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Selasa, 10 Oktober 2017 20:02

Merdeka.com, Jawa Tengah - Bekerjasama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Kejaksaan Negeri Temanggung menggelar kegiatan deteksi dini guna wujudkan wanita Indonesia bebas kanker serviks dan payudara, Selasa (10/10) yang berlangsung di aula setempat dan diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga dan remaja putri.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Temanggung, F Juwariyah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kepedulian keluarga besar Kejaksaan sebagai upaya untuk mewujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara.

Dengan mengikuti pemeriksaan sejak dini, diharapkan para wanita baik kalangan ibu-ibu rumah tangga maupun remaja putri dapat mendeteksi sedini mungkin terkait kemunculan penyakit kanker serviks ataupun kanker payudara.

“Bila memang dari pemeriksaan hasilnya positif maka secepatnya bisa ditangani dan segera sembuh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo menjelaskan, sampai saat ini tercatat sudah ada 10.436 ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri yang melakukan pemeriksaan kanker leher rahim/servik melalui Inspeksi Visual Asetat (IVA) test.

Dari jumlah tersebut yang terpantau positif mengidap gejala pra kanker sebanyak 2.418 orang tersebar dan di 20 Kecamatan. Namun demikian, lanjutnya, karena keterbatasan peralatan dan tenaga medis, baru 451 orang yang berhasil ditangani melalui metode pengobatan krioterapi.

Dijelaskan, lantaran kanker serviks dan kanker payudara menjadi pembunuh nomor satu, maka kaum hawa harus selalu waspada. Apabila muncul gejala, maka secepatnya harus memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat.

“Ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri yang positif mengidap pra kanker serviks supaya rajin memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat agar mendapat layanan krioterapi secara gratis. Pasalnya jika sudah menjadi kanker sulit diobati bahkan bisa menyebabkan si penderita meninggal dunia,” pungkasnya.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA