1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Ganjar Hibur Pengungsi Klaten dan Wonogiri

"Mboten nopo-nopo, sing penting bahagia (tidak apa-apa, yang penting bahagia)."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 04 Desember 2017 08:41

Merdeka.com, Jawa Tengah - Suasana lokasi pengungsian korban bencana longsor di Desa Dlepih Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah langsung riuh saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi lokasi itu, Minggu (2/12/2017).

Ribuan pengungsi nampak bersuka cita. Mereka bertepuk tangan menyambut kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Dengan antusias, mereka mencoba mendekati Ganjar untuk sekedar menyalami atau mengajak berfoto bersama.

Meski mendatangi lokasi bencana, namun Ganjar tidak ingin larut dalam kesedihan. Berbagai cara dilakukan Ganjar untuk menghibur ribuan pengungsi di lokasi itu.

Hal itu ditunjukkan Ganjar dengan cara membagikan kaos dan mainan untuk anak-anak korban pengungsian. Selain itu, ia juga mendatangi satu persatu pengungsi dan menanyakan kabarnya serta memberikan motivasi.

Lucunya lagi saat Ganjar mengajak segerombolan nenek-nenek berusia 80 tahun untuk bernyanyi. Dalam kesempatan itu, Ganjar meminta enam orang nenek-nenek untuk menyanyi lagu Garuda Pancasila. Dengan antusias, nenek-nenek tersebut menyanyikan lagu permintaan Ganjar, meski sebagian di antara mereka banyak yang tidak hafal dan salah lirik lagunya.

"Mboten apal pak, wong mboten pernah sekolah (tidak hafal pak, soalnya tidak pernah sekolah)," kata nenek Paikem, 83, salah satu pengungsi.

"Mboten nopo-nopo, sing penting bahagia (tidak apa-apa, yang penting bahagia)," kata Ganjar.

Paikem dan nenek-nenek lain mengaku senang didatangi oleh Ganjar Pranowo. Menurutnya, kedatangan Ganjar memberikan kebahagian tersendiri. "Remen sanget, rasane seneng, sampun disambangi lan diperhatekno (rasanya seneng sekali sudah dibesuk dan diperhatikan bapak Gubernur," imbuh Paikem.

Paikem dan 1300-an warga terpaksa mengungsi karena bencana longsor yang menimpa desa mereka beberapa hari lalu. Selain mengakibatkan kerusakan rumah, longsor juga mengakibatkan dua warga Dlepih meninggal dunia.

Beri Bantuan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi dua lokasi bencana yang berbeda yakni di Kabupaten Klaten dan Wonogiri. Di Kabupaten Klaten, Ganjar mendatangi puluhan warga yang mengungsi akibat bencana banjir.

Di pos pengungsian Desa Melikan Kecamatan Wedi, Klaten, Ganjar memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 100 juta dan kebutuhan pokok untuk para pengungsi. Bersama warga, Ganjar juga sempat makan bareng sambil berbincang tentang kondisi kesehatan para pengungsi.

Ganjar mengajak warga menikmati ketela pohung, kacang, dan buah yang sebenarnya disuguhkan untuk gubernur. "Wis dimaem bareng-bareng wae kene ya, "kata Ganjar sambil mengangkat nampan berisi makanan.

Sementara di Wonogiri, Ganjar memberikan bantuan Rp 200 juta dan bantuan bahan makanan lainnya serta peralatan memasak. "Ini tindakan yang bisa dilakukan saat ini, sambil kami menunggu para ahli sudah kami terjunkan untuk melakukan pengecekan di lokasi bencana," kata Ganjar.

Disinggung terkait relokasi bagi warga Dlepih Wonogiri, Ganjar mengaku masih belum bisa mengambil keputusan. Sebab, belum ada hasil dari pengecekan di lapangan, apakah di lokasi itu aman untuk dihuni atau tidak.

"Kalau memang tidak aman dan warga mau direlokasi, langsung kami carikan tempat untuk relokasi. Namun kan tidak semudah itu, harus ada proses yang dilalui. Sekarang tim saya sudah bekerja di lokasi-lokasi itu," terang Ganjar.

Ditambahkan Ganjar, kondisi bencana yang terjadi saat ini memang diluar prediksi. Untuk itu, pihaknya meminta seluruh kepala daerah untuk waspada dan benar-benar melakukan pendataan pada daerah-daerah rawan bencana.

(I)
  1. Bencana
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA