1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Dinilai merakyat, Organisasi sayap PDIP bakal all out dukung Ganjar

"Hasil kerja Pak Ganjar ini bisa dinikmati masyarakat, jadi Pak Ganjar kalau saya nilai, nilainya itu di atas 80,"

©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Senin, 19 Juni 2017 12:55

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pemilihan Gubernur Jawa Tengah masih akan berlangsung pada Juni 2018 mendatang. Bahkan tahapan pilgub baru akan dilaksanakan pada Agustus 2017. Namun suasana politik di Jateng mulai hangat dengan munculnya sejumlah nama, bahkan tokoh-tokoh nasional yang diprediksi bakal meramaikan pilgub Jateng.

Namun begitu, dukungan juga terus mengalir pada petahana, Gubernur Ganjar Pranowo. Kali ini, dukungan datang dari Gerakan Tani Nelayan Indonesia Jawa Tengah. Salah satu organisasi sayap PDI Perjuangan itu menyatakan akan berupaya maksimal mendukung Ganjar Pranowo maju kembali dalam pilgub 2018 mendatang.

"Kami akan 'all out' mendukung karena Pak Ganjar berhasil dan pantas untuk memimpin Provinsi Jateng untuk kedua kalinya," kata Ketua Gerakan Tani Nelayan Indonesia Jawa Tengah Widhi Handoko di Semarang, Senin (19/6).

Menurut pria yang berencana maju sebagai bakal calon wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018 itu, sosok Ganjar Pranowo sudah total dan merakyat dalam bekerja sebagai Gubernur Jateng selama kurang lebih empat tahun terakhir. "Hasil kerja Pak Ganjar ini bisa dinikmati masyarakat, jadi Pak Ganjar kalau saya nilai, nilainya itu di atas 80," ujarnya dikutip Antara.

Terkait capaian kinerja Gubernur Jateng periode 2013-2018 tersebut, Widhi meminta masyarakat untuk konsisten. "Kita harus konsisten bahwa Pak Ganjar itu bagus kinerjanya, kenapa kita katakan tidak bagus jika hasilnya bagus," katanya.

Widhi mengaku siap membantu Ganjar Pranowo secara penuh jika dirinya dipercaya sebagai bakal calon wakil gubernur pada pilgub mendatang.

Menanggapi kemungkinan isu mengenai suku, agama, ras dan antargolongan yang dihembuskan pihak lawan saat Pilgub Jateng 2018, Widhi memprediksi hal itu tidak akan terlalu berpengaruh. "Tiap wilayah punya kultur masing-masing, isu SARA tidak akan laku. Jakarta dengan Jateng beda, apalagi Pak Ganjar 'all out' dan merakyat," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia Jateng Widhi Handoko berencana maju sebagai calon wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018. "Saya sudah mendapat izin dan restu dari DPP Gerakan Tani Nelayan Indonesia termasuk izin dari DPP PDI Perjuangan," katanya. Dalam waktu dekat, Widhi akan segera mengambil formulir dan mendaftar di DPD PDI Perjuangan Jateng.

Selain itu, pada survei yang dilakukan Populi Center beberapa waktu lalu, nama Ganjar masih menduduki yang terpopuler di antara nama-nama tokoh lainnya. Bahkan pada survei tersebut Ganjar disandingkan dengan 20 tokoh baik nasional maupun lokal Jateng. Dan hasil survei menyebutkan popularitas Ganjar masih mencapai 51,6 persen, sedang tokoh lain tak lebih dari 5 persen.

(PU)
  1. Pilgub Jateng
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA