1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Dibuka besok, pemudik yang melewati ruas tol Solo-Ngawi perhatikan ini

"Jalur ini kita buka hanya siang hari saja mulai pukul 06.00 pagi hingga 17.00 sore dan hanya dibuka untuk kendaraan kecil (roda empat),"

Pintu masuk tol Solo Ngawi, tepatnya di Entrance Ngasem yang berada di tepi Jalan Raya Semarang - Solo. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Minggu, 18 Juni 2017 10:12

Merdeka.com, Jawa Tengah - PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) memastikan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) tepatnya di ruas Solo- Ngawi bisa dilalui pemudik pada H-6 Lebaran atau Senin (19/6) mulai pukul 10.00 WIB. Jalur alternatif mudik yang diperkirakan memangkas waktu 50 persen tersebut hanya akan dibuka satu lajur.

Direktur Utama SNJ, David Wijayatno mengatakan, dari 90 Kilometer (Km) total panjang ruas tol Solo-Ngawi, 65 Km di antaranya yang membentang dari entrance tol Ngasem (Colomadu, Karanganyar) hingga exit tol Widodaren (Ngawi, Jawa Timur) difungsikan sebagai jalur alternatif pemudik. Arus mudik dibuka mulai Senin 19 Juni hingga Senin 26 Juni, sedangkan arus balik mulai Selasa 27 Juni hingga Minggu 2 Juli.

"Baik arus mudik atau balik dibuka satu arah. Kalau tahun lalu masuknya pemudik hanya melalui Klodran (exit tol Km 11), sekarang yang dari arah Semarang bisa langsung ke Ngasem. Sedangkan yang dari arah Jogja memutar ke Colomadu, melewati bandara (Adi Soemarmo), baru masuk ke Klodran," kata David kepada wartawan, Sabtu (17/6) sore.

Sesuai petunjuk Korps Polisi Lalu Lintas (Korlantas) Polri, lanjut dia menjelaskan, pemudik yang akan ke Sragen bisa keluar melalui Exit tol Pungkruk (Sragen) di Km 35. Sedangkan tujuan ke Ngawi atau Madiun bisa keluar di Exit tol Widodaren Km 64. Namun jika akses keluar Widodaren terjadi kemacetan panjang di pertigaan Gendingan, pemudik akan diarahkan melalui exit tol Paldaplang (Sragen) di km 46.

"Sedangkan untuk arus balik bisa melalui dua pintu masuk, yakni di Widodaren dan Pungkruk (Sragen). Nanti keluarnya di Klodran untuk yang akan ke Solo, dan Ngasem bagi yang menuju Semarang atau Jogja," jelasnya saat meninjau Exit tol Klodran.

Meski jalan tol, David mengingatkan, jalur tol Ngasem- Widodaren sepanjang 65 Km tersebut hanya difungsikan sebagai jalur alternatif mudik dan balik. Pasalnya, di beberapa titik masih terdapat pembangunan konstruksi landasan beton sementara atau lean concrete (LC). Selain itu, beberapa titik juga terkendala pembebasan lahan warga dan belum rampungnya pembangunan overpass.

"Mengingat lampu- lampu penerangan jalan belum terpasang, jalur ini kita buka hanya siang hari saja mulai pukul 06.00 pagi hingga 17.00 sore dan hanya dibuka untuk kendaraan kecil (roda empat). Bus dan truk dilarang melintas, termasuk sepeda motor. Pengguna jalan juga kami imbau untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat mendekati daerah perlintasan dengan jalan warga karena belum selesainya overpass. Ambang batas kecepatan kendaraan maksimum hanya 60 Km/jam," ujar David.

(PU) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Mudik Lebaran
  2. Jalan Tol
  3. Jalur Mudik 2017
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA