1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Di Temanggung ada GSM dan CDMA yang keren, intip yuk

“Segala bentuk perkembangan yang kami lakukan tak lepas dari aspirasi serta masukan para anggota yang tergabung dalam grup, facebook maupun WA."

Gerakan GSM CDMA Temanggung.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 09 Oktober 2017 09:36

Merdeka.com, Jawa Tengah - Jika menyebut GSM atau CDMA, pasti pikiran kita langsung melayang pada layanan operator seluler. Namun, jika kita bertolak ke Temanggung dan bertanya soal GSM atau CDMA orang akan balik bertanya, GSM atau CDMA yang mana nih? Kok bisa?

Memang, kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan agar mempermudah proses komunikasi tanpa adanya batas serta jarak. Salah satu yang dianggap berhasil adalah sebuah perkumpulan yang diberi nama GSM CDMA Temanggung. Jangan salah, ini tidak ada kaitannya dengan operator seluler.

Bagi mayoritas masyarakat awam, kedua istilah tersebut biasa digunakan untuk membedakan dua jenis metode penggunaan kartu pada telepon seluler. Namun berbeda dengan yang ada di Kabupaten Temanggung.

Di daerah penghasil salah satu tembakau terbaik dunia ini, GSM CDMA memiliki konotasi lain. Yakni Gerakan Sejuta Mukena Ceria Dunia Menuju Akhirat yang digagas oleh Ida Moerid Darmanto sejak tahun 2013 silam.

Menurutnya, GSM CDMA sendiri awalnya dibentuk sebagai gerakan sosial yang intens mengumpulkan sumbangan berupa mukena untuk disumbangkan secara sukarela kepada muslimah kurang mampu serta mualaf atau wanita yang baru saja memeluk agama Islam.

Para relawan sendiri saling berkomunikasi melalui media sosial. Antara lain facebook, whatsApp, dan lain sebagainya. Dalam perkembangannya selama tiga tahun terakhir, banyak anggota yang kemudian meminta untuk melebarkan sayap dengan membuka pos pengumpulan lain.

Akhirnya, gerakan pengumpulan sendiri tak berhenti pada mukena saja. Namun juga barang-barang lain di antaranya sarung, peci, sajadah, baju koko, juz amma, turutan, dan buku-buku agama.

“Segala bentuk perkembangan yang kami lakukan tak lepas dari aspirasi serta masukan para anggota yang tergabung dalam grup, baik di facebook maupun WA,” katanya.

Ida mengaku, ide gerakan berbagi ini tercetus setelah dirinya mendengar keluh kesah salah seorang perangkat desa asal Kecamatan Kaloran yang menyayangkan banyaknya perempuan mualaf di tempat tinggalnya namun tidak memiliki mukena yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Prihatin dengan keadaan tersebut, ia dan salah seorang rekan satu kantornya lantas tergerak untuk membentuk sebuah wadah gerakan di media sosial. Tujuannya adalah mengumpulkan sumbangan berupa mukena sekaligus menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan.

“Banyak yang mengapresiasi dengan memberikan bantuan. Baik itu yang tinggal di Temanggung maupun mereka yang bermukim di wilayah ibu kota. Hingga saat ini, tercatat telah ribuan mukena yang berhasil kami himpun dan selanjutnya disumbangkan,” imbuhnya.

Widya Cahyaningrum, salah seorang warga Temanggung yang juga aktif di media sosial mengaku salut dengan adanya GSM CDMA. Menurutnya, selain dapat membantu warga yang membutuhkan, gerakan ini juga efektif untuk menyebar luaskan pesan kepada masyarakat lain untuk mempergunakan media sosial secara tepat.

“Butuh adanya kegiatan positif untuk merangsang kepedulian sosial seorang yang aktif di dunia maya. Termasuk membantu sesama yang membutuhkan dalam lingkup luas,” pungkasnya.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
  1. Gerakan Sosial
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA