1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Di tanah suci hanya jemaah haji Cilacap yang pakai atribut unik ini

"Sekarang caping kita bawa ke arena lebih luas lagi, lebih mendunia, agar bisa diketahui oleh dunia luar sana."

Jemaah haji asal Kabupaten Cilacap mengenakan caping sebagai pelindung kepala selama di tanah suci.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 11 Agustus 2017 13:11

Merdeka.com, Jawa Tengah - Atribut unik dikenakan calon jemaah haji asal Cilacap selama di tanah suci. Sebagai pelindung kepala dari panas, jemaah bakal mengenakan caping, penutup kepala yang identik dengan petani.

Mereka berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji al Munawaroh, Kabupaten Cilacap. Sekretaris KBIH Al Munawaroh, Makhdum Husnan al Hafidz mengungkapkan, pemakaian caping tersebut selain bertujuan melindungi kepala dari panas juga bertujuan untuk mengenalkan budaya pertanian Indonesia di Arab Saudi.

Penutup kepala ala petani tersebut bakal dipakai jemaah saat berangkat ke masjid atau ke tempat lainnya. Pemakaian caping ini juga merupakan identifikasi khusus jemaah haji KBIH Al Munawaroh saat berada di tanah suci.

Namun memang, caping ini tak bakal dipakai saat para jemaah haji sedang melaksanakan rukun haji yang melarang pemakaian tutup kepala, seperti tawaf dan sebagainya.

"Tujuannya jelas, agar salah satu kebudayaan kita ini diketahui oleh dunia. Sekarang caping kita bawa ke arena lebih luas lagi, lebih mendunia, agar bisa diketahui oleh dunia luar sana," terang Makhdum, Jumat (11/8).

Dia menambahkan, selain untuk mengenalkan budaya Indonesia, caping ini juga dipakai untuk berlindung dari panas matahari. Pasalnya, berdasar informasi yang diperolehnya, suhu di Makah dan Madinah saat ini cukup ekstrem, bisa mencapai 45 derajat celcius. Tentu, dibutuhkan pengaman khusus dari terik matahari.

"Arab Saudi itu kan suhunya sedang ekstrem. Jadi bisa untuk pelindung juga," kata Makhdum.

Makhdum mengaku pemakaian atribut ini tak dipermasalahkan, lantaran mereka menggunakan fasilitas ONH Plus. Terkait caping ini, pihaknya juga berkomunikasi dengan ketua rombongan Kementerian Agama. Selain itu, tudung dinilai bukan barang yang memberatkan atau membahayakan.

Adapun pemakaian tudung oleh jamaah haji ini, imbuh Mahkdum, terinspirasi dari pendiri KBIH Al Munawaroh, KH Hafidz yang sudah lama bermukim di Arab Saudi. Tiap berangkat haji dia memakai caping saat menuju ke masjid atau tempat lain. Ternyata, banyak jamaah haji lain yang heran, serta berebut meminta atau membeli kepada KH Hafidz.

Makhdum menambahkan, KBIH Al Munawaroh berangkat dalam Kelompok Rombongan (Karom) Rabu (9/8). Pada musim haji 2017 ini, Cilacap memberangkatkan 1024 calhaj yang terbagi menjadi tiga kloter.

(I)
  1. Haji
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA