1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Cerita Ganjar tentang Dubes Inggris yang ketagihan selawatan

"Katanya pengalaman orang berkumpul berselawat baru dialaminya di Indonesia,"

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Jetis, Kecamatan Kutasari, Kebumen, Rabu (13/9) malam. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Rabu, 13 September 2017 23:10

Merdeka.com, Jawa Tengah - Selawatan yang biasa dilaksanakan umat Islam di Indonesia ternyata dipandang unik dan dikagumi warga negara asing. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo punya cerita menarik terkait selawatan ini.

Februari 2016 lalu, Ganjar mendapat tamu Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. Duta besar muslim pertama dari negara yang dipimpin Ratu Elisabeth itu datang saat Ganjar tengah menggelar acara Jateng Bershalawat di halaman Kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Semarang.

Jateng Bershalawat adalah acara rutin yang diasuh kiai kharismatik asal Solo, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Puluhan ribu sekhermania dipastikan selalu hadir, menyanyikan puji-pujian untuk Nabi Muhhamad SAW. Lengkap dengan kibaran syal dan bendera khasnya.

Rupanya, semangat dan gemuruh sekhermani membuat Moazzam Malik takjub. "Dubes Inggris itu muslim, sama seperti Wali Kota London. Waktu saya ajak selawatan bersama Habib Syeikh beliau kaget dan seneng banget, " kata Ganjar saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Jetis, Kecamatan Kutasari, Kebumen, Rabu (13/9) malam.

Tanpa diduga sebelumnya, saat mengikuti lantunan selawat bersama ulama berciri khas syiar dakwah melalui selawat itu, Dubes Inggris tampak kegirangan. Kepada Ganjar, Moazzam Malik tak henti-hentinya mengucapkan keheranan sekaligus senang bukan kepalang melihat suka cita ribuan jamaah melantukan doa dan selawat.

"Beliau kaget. Katanya pengalaman orang berkumpul berselawat baru dialaminya di Indonesia. Dia bilang begini, 'kok bisa seperti ini orang banyak bisa berkumpul. Mereka bayar berapa? Karena di Inggris tidak ada', " jelasnya.

Sejak saat itu, Moazzam Malik bahkan kerap menghubungi Ganjar dan ingin diajak berselawat bersama. Permintaan serupa juga diungkapkan saat keduanya kerap bertemu di suatu acara di Jakarta.

"Dia bahkan pengen diajak lagi. Pernah juga orang Australia juga gedek-gedek (terheran) saya ajak selawatan. Dia juga heran bukan main, " katanya.

Ganjar berpandangan pengalaman bersama Dubes Inggris itu menunjukkan kuatnya keberagamaan umat muslim Indonesia. Hal itu menjadi kekuatan yang harus dilestarikan sebagai bukti Islam Rahmatan Lil Alamin.

"Saya ikut selawatan Habib Syeikh awalnya tidak sengaja, ketika bertemu beliau (Habib Syeikh) saya diajak untuk menggelar acara bersama, sejak itu Jateng Bershalawat ada di mana-mana. Terakhir kemarin di Rembang juga penuh, ribuan orang," katanya.

Tantangan Santri

Di hadapan sekitar 1.500 santri ponpes Al-Huda, gubernur berambut putih itu berpesan agar santri bisa memegang teguh pendidikan karakter yang menjadi ciri khas pesantren. Terlebih bangsa ini kini menghadapi masalah serius, khususnya terkait etika di media sosial dengan banyaknya fitnah dan ujaran kebencian.

"Banyak paham dijual (di dunia maya internet), komunis, radikal, semua 'dijual'. Kita negara yang punya perikemanusiaan yang beradab, berketuhanan, maka Indonesia punya ukurannya. Prinsip saling menghormati harus terus dijaga," katanya.

Namun demikian, Ganjar mengungkap tantangan yang masih dihadapi santri. Jika untuk persoalan mengaji dan budi pekerti sudah beres, masih ada pekerjaan besar lain yakini mengeksplorasi solusi permasalahan global.

"Semisal farmasi, jamu yang bahan bakunya memiliki potensi besar namun ternyata produksinya masih kalah dengan Tiongkok dan India. Padahal apa saja di sini ditanam subur. Maka santri mesti punya kemampuan agar kita bisa berkompetisi di dunia era global ini," katanya.

Sementara pengasuh Ponpes Al Huda KH Wahib Machfudz, dalam sambutannya menyampaikan tentang kondisi fasilitas dan pola pendidikan di pesantrennya. Ia menyambut kehadiran gubernur, sebab dirinya yang merupakan keturunan ketiga mengelola pesantren ini, tapi baru kali ini didatangi gubernur.

"Mudah-mudahan Pak Ganjar dalam memimpin Jateng bisa aman, lancar, syukur bisa sampai dua kali periode," ujarnya disambut tepuk tangan ribuan santri.

(PU)
  1. Ganjar Pranowo
  2. Kunjungan Gubernur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA