1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

Catat, ada Solo Cyber Day di CFD Minggu besok

"....dengan mengusung tajuk 'Solo Cyber Day 2017 menuju Solo Smart City 2018',"

©2017 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Sabtu, 28 Oktober 2017 08:16

Merdeka.com, Jawa Tengah - Delapan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bakal meluncurkan 7 layanan berbasis aplikasi IT (information technology). Peluncuran tersebut dalam rangka perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik atau good government, serta penerapan konsep kota cerdas atau smart city.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Dialog SP) Surakarta, Sri Wardhani Poerbowidjojo menerangkan, peluncuran 7 aplikasi tersebut meliputi e-Pajak, e-Retribusi Pasar, e-Kelurahan, e-Retribusi Kebersihan Sampah, Besuk Kiamat (Bela Sungkawa Kirim Akte Kematian), Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS), dan Moovit.

"Launching dilakukan Minggu (29/10) pagi, bertepatan dengan Car Free Day. Acaranya nanti dipusatkan di kawasan simpang empat Ngarsopuro dengan mengusung tajuk 'Solo Cyber Day 2017 menuju Solo Smart City 2018'," terang Wardhani, Sabtu (28/10).

Di samping Diskominfo SP, launching 7 layanan aplikasi juga didukung oleh OPD lainnya. Meliputi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan (Disdag), Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Perhubungan (Dishub), Inspektorat, hingga Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda).

Masing-masing OPD itu, lanjut Wardhani, bertanggung jawab sebagai leading sector ketujuh aplikasi. Misalnya, e-Retribusi Kebersihan Sampah untuk pembayaran Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (RPPK) oleh DLH, e- Retribusi Pasar untuk pembayaran retribusi pedagang pasar tradisional oleh Disdag, hingga aplikasi ULAS oleh Inspektorat.

"Jadi, semua aplikasi ini dapat diketahui masyarakat lewat smartphone berbasis android. Caranya tinggal mengunduh aplikasi Solo Destination melalui Google Play Store maupun situs website Pemkot Solo secara gratis. Semuanya ada di situ," katanya, mengenai acara peluncuran aplikasi yang juga didukung sejumlah perbankan seperti Bank Jateng, BTN, Mandiri, BNI, dan BRI.

Terpisah, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyebutkan, terdapat tiga inovasi penerapan Solo Smart City yaitu efisiensi sumber daya manusia, waktu, hingga material. Ia mencontohkan penerapan e- Retribusi Pasar sudah mencapai 13 pasar dan dilakukan secara bertahap hingga diterapkan ke seluruh 44 pasar tradisional di kota Bengawan.

"Misalnya, seorang petugas memungut satu karcis ke satu pedagang membutuhkan waktu 1 detik. Kalau ada 1.000 pedagang bisa menghabiskan waktu seminggu. Itu belum dengan biaya cetak karcisnya maupun tunggakan setoran. Kalau sudah e- Retribusi, itu semua bisa efisien. Nah, kita ingin waras perilaku hingga sehat secara tata kelola keuangan. Kalau semua sudah di e (elektronik) kan, ya sudah perilaku bangsa akan waras. Karena kita tidak bisa lagi melihat uang tunai. Seribu rupiah saja tercatat," sebut Rudy. 

(PU) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Teknologi
  2. Inovasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA