1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

32 bayi di Purbalingga terinfeksi HIV/AIDS

"...peningkatannya signifikan dibanding 2016. Peningkatannya hampir tiga kali lipat...."

Ilustrasi. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Sabtu, 02 Desember 2017 08:45

Merdeka.com, Jawa Tengah - Kasus HIV/AIDS (Human immunodeficiency virus/infection and acquired immune deficiency syndrome) di Kabupaten Purbalingga meningkat tiga kali lipat dibanding tahun 2016. Bahkan, 32 balita ditemukan terinfeksi virus ini.

Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyebutkan, berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Purbalingga, sepanjang 2010-2016 di kabupaten Purbalingga terdapat 168 kasus HIV/AIDS. Sebanyak 14 penderita di antaranya meninggal dunia.

"Januari hingga Oktober 2017 ini peningkatannya signifikan dibanding 2016. Peningkatannya hampir tiga kali lipat. Kalau pada 2016 periode Januari - Desember hanya ada 23-25 kasus, pada 2017 ini sudah terdapat 60 kasus. 12 penderita meninggal dunia,” ujar Dyah pada Peringatan hari AIDS Sedunia (HAS) di Pendapa Dipokusumo, kemarin.

Menurut dia, kalangan masyarakat yang terjangkit HIV/AIDS pada 2017 mengalami pergeseran. Pada kasus sebelumnya, faktor resiko penyakit ini dialami kaum tertentu. Akan tetapi pada 2017 kasus HIV/AIDS justru menjangkiti kaum lajang yakni pada anak usia produktif yang berumur antara 18-26 tahun.

"Bahkan kami menemukan balita dan bayi yang terinfeksi HIV dari ibunya. Saat pemantauan pekan layanan HIV/AIDS kemarin saya menemukan 22 balita dan 10 bayi terinfeksi HIV. Sungguh saya sangat miris,” jelasnya.

Dia berharap kondisi ini menjadi keprihatinan semua stakeholder karena kasus HIV/AIDS. Para kader kesehatan, kepala Puskesmas dan KUA diminta untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS kepada calon pengantin.

“Di samping itu, setiap ibu hamil di semester awal (3-4 bulan kehamilan-red) juga diimbau untuk melakukan tes HIV. Sekarang sudah bisa dilakukan di semua layanan kesehatan,” tambahnya.

Sekretaris KPAD Purbalingga, Heni Ruslanto mengatakan, peringatan Hari AIDS Sedunia kali ini difokuskan pada upaya deteksi dini melalui kegiatan Pekan Layanan Kesehatan khususnya layanan VCT atau tes HIV/AIDS. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak 27 November dan akan berakhir pada 2 Desember, pada semua layanan kesehatan masyarakat seperti 22 Puskesmas, laboratorium kesehatan, RSUD dr Goeteng Tarunadibrata dan semua rumah sakit non pemerintah.

“Sampai Rabu (29/11) kami melakukan tes kepada 1.159 orang secara sukarela terdiri dari masyarakat umum, catin, ibu hamil dan kalangan aparatur. Di antaranya, terdapat hasil tes yang reaktif sebanyak 3 orang,” katanya.

(I)
  1. Kesehatan
  2. Pelayanan Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA