1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

19 anggota PPS di Demak terindikasi kuat sebagai anggota parpol

"Kita rekomendasikan kepada KPU Demak agar mereka (PPS) yang terlibat sebagai anggota parpol dilakukan penggantian."

©2017 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Sabtu, 09 Desember 2017 21:53

Merdeka.com, Jawa Tengah - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten Demak, Jateng, menemukan belasan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) terindikasi anggota partai politik. Keterlibatan anggota PPS bermasalah pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng tahun 2018 tersebut, jumlahnya mencapai belasan orang.

Mereka terdaftar sebagai anggota Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKB dan Partai Gerindra. "Kami temukan adanya pelanggaran terkait keanggotaan PPS di Demak. Ada 19 anggota PPS yang diduga kuat juga sebagai anggota parpol," kata Khoirul Saleh, Ketua Panwas Demak, didampingi Komisioner Panwas Demak, Ulin Nuha dan Lispiatun, Sabtu (9/12).

Temuan PPS bermasalah itu berawal dari informasi masyarakat terkait adanya anggota PPS yang juga terdata dalam keanggotaan parpol yang sekarang ini digunakan untuk ikut sebagai peserta pemilu tahun 2019.

Setelah Panwas Demak mendapat informasi tersebut, kemudian menginstruksikan kepada masing-masing Panwas Kecamatan untuk melakukan investigasi. Hasilnya sejumlah anggota PPS juga sebagai anggota parpol.

"Sudah kita lakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Sebanyak 19 anggota PPS telah dimintai keterangan oleh Panwas Kecamatan sesuai dengan wilayahnya, ada beberapa yang sudah mengaku sebagai anggota parpol," ujarnya.

Adapun PPS bermasalah itu tersebar di 10 kecamatan. Di Kecamatan Bonang sebanyak 2 orang, Karangtengah 1 orang, Wedung 3 orang, Wonosalam 2 orang, Gajah 2 orang, Guntur 3 orang, Mijen 1 orang, Dempet 1 orang, Mranggen 1 orang dan Sayung 3 orang.

"Kita rekomendasikan kepada KPU Demak agar mereka (PPS) yang terlibat sebagai anggota parpol dilakukan penggantian," tandasnya.

Menurutnya, salah satu syarat sebagai penyelenggara pemilu, bukan merupakan anggota partai politik. Penyelenggara pemilu harus independen , netralitas serta berintegritas tinggi, agar pemilu dapat berjalan sesuai dengan asas pemilu dan pelaksanaan pesta demokrasi yang lebih berkualitas.

"Semenjak ,dilantik Panwas Demak dan Panwas Kecamatan terus bekerja keras menjalankan tugasnya sebagai fungsi pengawasan sesuai motto Bawaslu, "bersama rakyat kita awasi pemilu, bersama Bawaslu kita tegakkan keadilan pemilu," pungkasnya.

(I)
  1. Pilkada Jateng
  2. Pilgub Jateng
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA