1. JAWA TENGAH
  2. MAKRO

18 SPBU Kudus siap jaga pasokan elpiji saat lebaran

“Kalau pangkalan di rumah warga kemungkinan tutup karena Lebaran, tapi kalau SPBU akan tetap siaga.”

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 19 Juni 2017 18:24

Merdeka.com, Jawa Tengah - Untuk memenuhi kebutuhan elpiji masyarakat pada hari Lebaran, disiapkan pangkalan siaga yang berada di seluruh SPBU di Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti melalui Kabid Promosi dan Fasilitasi Perdagangan Imam Prayitno mengatakan, ada 18 SPBU di Kabupaten Kudus yang siap melayani penjualan elpiji, baik yang bersubsidi maupun non subsidi. Mereka akan tetap buka, meskipun pas hari Idul Fitri.

“Kalau pangkalan di rumah warga kemungkinan tutup karena Lebaran, tapi kalau SPBU akan tetap siaga,” kata Imam.

Menurut Imam, stasiun pengisian elpiji akan buka hingga H -1 Lebaran. Libur hanya terjadi pada Minggu (25/6) dan akan beroperasi penuh mulai H +1. Untuk itu, masyarakat akan mendapatkan suplai elpiji secara penuh. Bahkan, kata Imam pertamina akan terus menyuplai kebutuhan elpiji bersubsidi sesuai kebutuhan.

“Selain elpiji bersubsidi, setiap pangkalan juga menjual bright gas 5,5 kilogram. Jadi ketersediaan pasti ada,” katanya.

Untuk memastikan ketersediaan elpiji di berbagai daerah, kata Imam wilayah pelosok dan perbatasan dengan kabupaten lain oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bersama Himpunan Pengusaha Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) terus melakukan pantauan secara intensif.

“Laporan dari masyarakat juga akan langsung direspon dengan pengecekan di lapangan,” katanya.

Selain itu Imam juga menjelaskan setelah dicek terbukti butuh tambahan suplai, kami akan tambah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan elpiji bersubsidi. Dengan ketersediaan elpiji yang cukup di masyarakat, Imam berharap harga di tingkat pengecer juga bisa terkendali.

Terlebih tambah Imam jika pangkalan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung. Kalau di pangkalan tersedia elpiji untuk konsumen langsung dengan harga maksimal sesuai HET, masyarakat tidak perlu lagi beli di pengecer.

Koordinator Hiswana Migas Kabupaten Kudus David Budi Agung mengatakan, bersama Dinas Perdagangan akan berkoordinasi dengan Pertamina agar seluruh kebutuhan masyarakat atas elpiji bersubsidi tercukupi semua.

Tak hanya itu, David saat dihubungi juga meminta kepada masyarakat mampu agar menggunakan bright gas. Elpiji ini tersedia banyak di setiap pangkalan. Menurut dia, permintaan elpiji non subsidi ini juga terus meningkat.

“Jika sebelumnya permintaan elpiji ini hanya sekitar 3.000 tabung per bulan, sekarang meningkat menjadi 5.000 tabung. Jika masyarakat mau menggunakan bright gas, tidak perlu repot gonta-ganti tabung cari elpiji 3 kilogram,” kata David.

(I) Laporan: Imam Khanafi
  1. Elpiji Subsidi
  2. Gas
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA