1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Ternyata yang bawa investor Rp 6,1 T ke Boyolali hanya seorang sopir

"Saya ya underestimate. Masak ada sopir mantan satgas main ke tempat saya."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 17 April 2017 16:33

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali berhasil menggaet investor asing untuk membangun wahana hiburan Disneyland. Tak tanggung-tanggung, nilai investasi taman hiburan yang digadang- gadang terluas di kawasan Asia Tenggara itu mencapai Rp 6,1 triliun.

Namun siapa sangka, dibalik deal investasi tersebut hanya berawal dari telepon seorang mantan satuan petugas (Satgas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada November tahun lalu. Hal itu seperti diceritakan Bupati Boyolali Seno Samodro kepada wartawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati, Senin (17/4).

"Yang menghubungi saya itu sopir. Dulunya dia Satgas. 'Bos aku ngejak bule. Aku tak dolan mrono ya bos (Bos saya mengajak turis. Saya ke rumahmu ya bos)'. Saya ya underestimate. Masak ada sopir mantan satgas main ke tempat saya," cerita Seno yang sempat meremehkan.

Begitu dipersilakan datang ke Kantor Bupati Boyolali, di luar dugaan si sopir ternyata membawa penumpang seorang turis yang sekaligus investor Disneyland. "Ternyata owner. Padahal saya waktu itu ya masih mengenakan celana pendek seperti ini. Karena waktu itu bertepatan hari libur. Setelah 1,5 jam mengobrol, akhirnya deal langsung menuju proses MoU (kerjasama)," ujar Seno.

Dalam pembicaraan itu, kata Seno, sang investor yang merupakan owner holding company dari sejumlah negara di kawasan benua Asia dan Eropa itu sempat mengajukan penawaran pembangunan Disneyland seluas 50 hektare dari 100 hektare yang disepakati. Namun pria kelahiran Boyolali 25 April 1964 silam itu menolaknya.

"Saya bilang kalau berani 100 hektare. Kalau merasa mahal ya cari tempat lainnya saja yang lebih murah. Boyolali ini premium service. Perizinan maksimal satu minggu. Enggak butuh paparan, kalau uangmu sudah masuk pasti lokasinya tersedia," kata Seno meyakinkan.

Kaget dengan jawaban Bupati, sang investor lantas siap mengucurkan investasi sebesar Rp 6,1 triliun di atas lahan seluas 100 hektare. Seno menjamin, lahan tersebut merupakan lahan kering sesuai peruntukannya berdasarkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Boyolali.

"Dia bilang, excellent major. Pasalnya berdasarkan pengalaman negosiasi di beberapa negara, dia mengakui negoisasi di Boyolali tercepat di dunia. Nah, yang menggiurkan ya bagaimana bupati itu membuat investor nyaman, membuat mereka yakin karena hitungannya masuk akal sehingga investasinya dalam sekian tahun bisa mengembalikan modal," beber politikus asal PDIP itu.

Ditanya keuntungan yang didapatkan Boyolali atas keberadaan wahana hiburan Disneyland, Seno menjawab, ingin meniru pariwisata di Spanyol. Pasalnya, di negeri matador yang memiliki jumlah penduduk sekitar 50 juta jiwa, tiap tahun mampu mendatangkan wisatawan hingga 128 juta orang.

"Cita-citaku Spanyol. Sebuah negeri dengan pariwisata yang sangat maju, numero uno di dunia. Penduduknya 50 juta, turisnya 128 juta. Berarti turisnya dua kali lipat penduduk Spanyol. Nah keberadaan Disneyland di Boyolali yang jumlah penduduknya 1 juta jiwa, harapannya per tahun minimal dikunjungi 2 juta manusia. Dengan Disneyland, tentu efek dominonya ke perekonomian masyarakat," pungkasnya. (Dit)

(I)
  1. Pariwisata
  2. Infrastruktur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA