1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Soal pembangunan 'Disneyland', ini penjelasan DPMPTSP Boyolali

"Karena selama ini lebih banyak yang mendatangkan (investor) Pak Bupati sendiri."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 19 April 2017 09:27

Merdeka.com, Jawa Tengah - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Boyolali angkat bicara mengenai kabar masuknya investor asing yang hendak membangun wahana hiburan sekelas Disneyland dengan total investasi Rp 6,1 triliun. Hal itu seperti disampaikan oleh Bupati Boyolali Seno Samodro, Senin (17/4) kemarin.

Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Modal DPMPTSP Boyolali, Eko Nugroho mengaku, pihaknya belum menerima dokumen pengajuan izin rencana pembangunan wahana ala Disneyland oleh holding company tersebut. Namun demikian, pihaknya siap mengawal wahana permainan yang digadang- gadang terluas di kawasan Asia Tenggara.

"Pak Bupati (Seno Samodro) itu inovator sekaligus motivator. Kami tidak terkejut adanya pembangunan wahana semacam Disneyland. Karena selama ini lebih banyak yang mendatangkan (investor) Pak Bupati sendiri. Apalagi latar belakang Pak Seno yang Sastra Prancis serta bertahun-tahun pernah kerja di Kedubes Prancis tentu memiliki pergaulan dan kemampuan diplomasi mumpuni," ujar Eko mewakili Kepala DPMPTSP Boyolali E.L.Rusdijanti, Selasa (18/4).

Menurut dia, Boyolali menarik bagi investor lantaran ditunjang infrastruktur, ketersediaan lahan, serta lokasi strategis dekat dengan Kota Solo, Semarang, dan Yogyakarta. Hal itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Boyolali "Pro Investasi".

"Pada RPJMD periode pertama kepemimpinan Pak Bupati (2010-2015), 'Pro Investasinya' letaknya di belakang. Sedangkan periode ini 'Pro Investasinya' di depan. Nah yang membedakan dengan kabupaten/kota lain, yang menandatangani izin itu bukan bupati. Tapi langsung Kepala DPMPTSP. Maka kalau berkas perizinan lengkap dan benar, tinggal ditunggu saja sudah jadi," ujar Eko yang juga menyebut paket kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo sebagai pro investasi.

Kemudahan regulasi investasi itu, lanjut dia, diatur dalam Perda No 4 tahun 2012 tentang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Terpadu. Buahnya, DPMPTSP yang dulunya bernama Badan Penanaman Modal Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Boyolali itu meraih juara III nasional penghargaan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Terbaik tingkat nasional.

"Di mata investor, Boyolali mungkin seksi. Buktinya, total nilai investasi ke Boyolali selama 2016 mencapai Rp 8,1 triliun. Dari jumlah itu, investasi terbesar dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 6,250 triliun lebih. Sedangkan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) hanya Rp 1,861 triliun," bebernya.

Sebelumnya, Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan, investor wahana sekelas Disneyland itu merupakan holding company yang berasal dari sejumlah investor dari negara asing. Sebab Memorandum of Understanding (MoU) investasi taman hiburan tersebut sudah ditandatangani Desember tahun lalu. Sementara proses pembangunan akan dimulai pada September mendatang dan akan berlangsung selama dua hingga tiga tahun ke depan.

"Franchise ternyata tidak harus 100 persen. Ada 23 persen diambil wahana Disneyland, 21 persen diambil wahana Universal Studio, 9 persen di wahana Warner bros atau Paramount. Semuanya dimungkinkan, bisnis tergantung rembug dan lobinya. Intinya investasi ini menggunakan dollar. Zero rupiah, zero APBD, zero APBN," kata Seno, yang pernah menjadi staf lokal Konsulat jenderal Indonesia di Marseille, Prancis pada tahun 1992. (Dit)

(I)
  1. Pariwisata
  2. Infrastruktur
  3. Wisata Boyolali
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA