1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Nasib pedagang Terminal Terboyo terkatung-katung

"...karena yang dipindahkan hanya busnya. Sedangkan warga (pedagang) penghuni Terminal Terboyo belum dipindahkan..."

©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 06 Desember 2017 09:54

Merdeka.com, Jawa Tengah - Tidak kurang dari 148 pedagang Terminal Terboyo terpaksa menutup kios miliknya karena sepi pembeli. Hal tersebut menyusul dipindahkannya pemberhentian bus ke Terminal Penggaron oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Terhitung sejak 1 Desember lalu, Pemkot Semarang memindahkan pemberhentian bus antar kota dalam provinsi (AKDP) ke Terminal Penggaron dan bus antar kota antar provinsi (AKAP) ke Terminal Mangkang.

Kebijakan pemindahan tersebut ternyata tidak dibarengi dengan rencana pemerintah terkait masa depan para pedagang yang menggantungkan hidup dari Terminal terboyo tersebut.

"Memang sudah diterapkan mulai 1 Desember 2017. Bus AKAP dipindah ke Terminal Mangkang, sedangkan bus AKDP dipindah ke Terminal Penggaron. Kami tidak bisa terima (kebijakan) itu, karena yang dipindahkan hanya busnya. Sedangkan warga (pedagang) penghuni Terminal Terboyo belum dipindahkan. Bahkan sudah tiga hari ini kami libur tidak jualan, apalagi kondisinya banjir," tutur Ketua PPJ Terminal Terboyo, Mustofa, kemarin.

Pihaknya juga mengaku kebingungan karena tidak ada kejelasan masa depan mereka, apakah pemerintah akan melakukan relokasi serta di mana lokasi relokasinya.

"Kami juga sudah cek di Terminal Mangkang, ternyata di sana hanya ada 15 kios besar yang kemudian rencananya akan dipecah menjadi 30 kios. Padahal totalnya ada 148 pedagang. Kami sudah survey, biaya penyekatan warung juga dibebankan kepada pedagang. Pedagang tidak sanggup," sebutnya.

Pihaknya sendiri mengaku mendukung program pemerintah, namun pemerintah juga harus memperhatikan nasib pedagang kecil seperti mereka dengan menyiapkan lokasi relokasi sebelum memutuskan melakukan pemindahan.

"Seharusnya, Pemkot Semarang menyediakan kios dulu, kemudian pedagang menempati relokasi, monggo kalau seperti itu kami tidak ada masalah," katanya.

(I) Laporan: Jamal Abdun Nashr
  1. Infrastruktur
  2. Relokasi PKL
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA