1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Luar biasa, penanganan jalan rusak di Jateng hanya dua hari

"...tim siaga langsung melakukan tindak lanjut berupa pemasangan rambu dan perbaikan sementara, itu hanya dalam waktu satu hari."

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat beraksi bersama relawan jalan rusak.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Rabu, 06 Desember 2017 21:22

Merdeka.com, Jawa Tengah - “Mantapp pak 2 hari keluhan langsung dikerjakan.. jenengan memang gubernur idola.” twit dari akun @sabunnyasiapa itu ditujukan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Rabu (6/12/2017). Twit itu sebagai balasan atas twit Ganjar sebelumnya yang melaporkan adanya pengerjaan perbaikan jalan Kebumen - Prembun km 72+200 lengkap dengan fotonya.

Melalui akun media sosialnya, Ganjar memang sering melaporkan pengerjaan ataupun perbaikan infrastruktur. Hal ini kemudian direspon sejumlah warganet dengan memberikan apresiasi ataupun melaporkan jalan rusak pada titik lainnya.

Terlebih saat ini sudah mulai musim hujan, masyarakat memang diminta untuk turut melaporkan adanya lubang jalan agar bisa segera ditangani dan tidak membahayakan. Pada balasan twit itu, akun milik @wardanaaditya11 juga langsung melaporkan kerusakan jalan di Muntilan Magelang.

Twit itu pun lalu dibalas Ganjar dengan menanyakan “Sdh dicat putih ya? Biar sgr ditambal cc @Info_BBPJN7 @dpubmckjateng,”. Respon cepat dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng. Melalui akun resminya, Dinas PU menyebutkan bahwa ruas jalan itu merupakan jalan kabupaten dan kota akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Penanganan jalan berlubang di Jateng kini memang telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yakni maksimal dua hari ditangani. Percepatan waktu penanganan jalan rusak dilakukan sebagai komitmen Gubernur Ganjar dalam mewujudkan Jateng bebas lubang.

Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Bambang Nugroho mengatakan sebelumnya penanganan jalan berlubang sejak adanya laporan hingga selesai penanganan dilakukan dalam waktu maksimal 5 hari. Prosedur penanganan tersebut yakni diterimanya laporan oleh admin yang kemudian dilanjutkan ke Kasie wilayah, Kepala BPTJ (Balai Pelaksana Teknis Jalan), Kabid wilayah dan juga tim siaga.

"Kemudian tim siaga langsung melakukan tindak lanjut berupa pemasangan rambu dan perbaikan sementara, itu hanya dalam waktu satu hari. Sedang tahap penanganan berikutnya yakni finishing, perencanaan kontruksi ataupun usulan kegiatan tentang jalan itu," ujarnya.

Untuk mewujudkan jalan tanpa lubang, Gubernur Ganjar juga sering melakukan pertemuan dengan para pengamat jalan yang dikemas dalam kegiatan ngopi bareng. Pertemuan ini biasanya dilakukan di sela kunjungan ke daerah guna mendengarkan keluhan, laporan dan juga ide-ide dari para pengamat jalan yang setiap harinya terjun ke lapangan.

Ganjar mengatakan, kondisi jalan raya di Jateng saat ini terus mengalami perbaikan dan peningkatan. Berdasarkan data Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng disebutkan jalan dalam kondisi baik hingga tahun 2017 sudah mencapai 89 persen dari total panjang jalan provinsi yang mencapai 2.404.741 kilometer. Capaian tersebut sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJMD) Provinsi Jateng.

Dari total panjang jalan provinsi, jalan yang sudah dibeton hingga tahun ini mencapai 567,676 kilometer. Sedang jalan yang dilebarkan sudah sepanjang 1.001.618 kilometer.

"Silakan dicek kondisinya, laporkan pada saya kalau masih ada ruas jalan provinsi yang masih jelek. Kalau ada kerusakan biasanya sudah langsung masuk dalam daftar untuk segera diperbaiki," terangnya.

Perhatian Ganjar ink tak hanya pada jalan provinsi. Sebab para pengamat jalan yang dibentuk juga diminta untuk memantau semua kondisi jalan baik milik Pemprov, nasional maupun kabupaten/kota yang kemudian dilaporkan pada pihak yang berwenang.

(I)
  1. Infrastruktur
  2. Perbaikan jalan
  3. Pembangunan Jalan
  4. Jalan Rusak
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA