1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Jajal tol Solo Ngawi, ini komentar Wagub Jateng

"Kalau dari Semarang - Salatiga keluar lewat Tingkir bisa masuk ke sini. Kendati belum resmi dioperasionalkan, jalan tol Solo - Ngawi difungsikan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko saat melintasi perdana Tol Solo - Ngawi, Senin (19/6).. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 19 Juni 2017 15:20

Merdeka.com, Jawa Tengah - Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng) Heru Sudjatmoko berharap, dibukanya jalan tol Solo - Ngawi sebagai jalur alternatif mudik Lebaran 2017 bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas. Hal itu dia sampaikan saat mengunjungi gerbang tol Ngasem di Colomadu, Karanganyar, Senin (19/6).

"Kalau dari Semarang - Salatiga keluar lewat Tingkir bisa masuk ke sini. Kendati belum resmi dioperasionalkan, jalan tol Solo - Ngawi ini sudah difungsikan secara fungsional. Sehingga bisa memecah kepadatan kendaraan yang melalui jalur reguler," kata Heru.

Wagub menegaskan, Pemerintah Provinsi Jateng berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak pulang kampung. Salah satunya dengan mengebut perbaikan jalan yang siap dilalui pemudik.

"Pemerintah berusaha semaksimal mungkin bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik, walaupun disadari masih ada keterbatasan-keterbatasan. Tapi paling tidak lebih baik daripada tahun lalu. Mungkin macet di beberapa titik juga masih terjadi. Pasalnya, diperkirakan 8 juta pemudik melintasi dan datang di Jateng pada lebaran tahun ini. Mungkin itu lambang kemakmuran," kata Heru.

Ia menambahkan, jalan provinsi yang berada di jalur Pantura sudah siap menjadi alternatif pemudik yang tidak melalui jalan tol. Selain itu dia menyebut, jalan kabupaten seperti exit tol di Tingkir sudah bagus jalannya, kendati lebar jalan masih kecil.

"Ini yang kita tekankan adalah sosialisasinya. Jangan sampai mereka macet di Pantura, sudah dibantu dengan tol, tapi bagaimana solusinya, ya di bantu jalan provinsi. Karena jalan provinsi siap semua, sudah ready melapis jalan nasional. Ini komitmen kami memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk warga," imbuhnya.

Bukan hanya memantau kesiapan PT Solo Ngawi Jaya selaku pengelola tol, Wagub Jateng Heru juga sempat berdialog dengan seorang dokter dari RSUD Pandanaran Boyolali yang bertugas di gerbang tol Ngasem tersebut. Ia menanyakan skenario jika terjadi penanganan darurat terhadap kesehatan pemudik.

"Setiap shift ada satu dokter, dua perawat, dan satu sopir ambulans. Kalau pingsan atau butuh oksigen bisa langsung kita tangani di sini. Tapi kalau emergency, penanganannya kita arahkan ke RSUD Pandanaran yang berjarak sekitar 20 - 30 menit. Imbauannya, kalau merasa lelah sebaiknya beristirahat di rest area yang sudah disediakan," papar Dokter Zenia yang sehari-hari bertugas di RSUD Pandanaran usai ditanya Wagub Jateng.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Jalan Tol
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA