1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Ini rekayasa lalu lintas lebaran di Temanggung

"Pos-pos tersebut berdiri di lokasi paling rawan kemacetan dan kecelakaan, petugas bisa langsung bertindak selama 24 jam."

Ilustrasi.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Senin, 19 Juni 2017 12:31

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pihak kepolisian memprediksi arus mudik di Kabupaten Temanggung tahun ini akan mencapai puncaknya pada H -3 sampai H -2 Lebaran yang jatuh pada tanggal 22 - 23 Juni mendatang.

“Sekitar H -3 atau H -2 Lebaran nanti kami memprediksi bahwa arus kendaraan yang melintasi berbagai kawasan utama di Temanggung akan mulai semakin padat oleh para pemudik yang berasal dari berbagai penjuru daerah,” jelas Kapolres Temanggung, AKBP Maesa Soegriwo, Senin (19/6).

Imbuhnya, berdasarkan grafik perkembangan lalu lintas yang mereka miliki, diprediksi arus mudik maupun balik Lebaran tahun 2017 ini akan terjadi peningkatan jumlah atau volume kendaraan hingga 5 persen dibanding situasi serupa tahun 2016 lalu.

Terkait hal tersebut, pihaknya siap menggelar rekayasa lalu lintas sebagai upaya mengurai kemacetan saat volume kendaraan di berbagai ruas jalan mengalami peningkatan.

Dalam upaya tersebut, nantinya arus kendaraan yang berasal dari arah Kabupaten Magelang menuju wilayah perkotaan Temanggung akan dialihkan melalui jalur alternatif via Desa Mudal Kecamatan Temanggung. Sedangkan kendaraan yang berasal dari dan menuju Kabupaten Wonosobo dialihkan melalui Jalur Lingkar Walitelon.

“Jalur-jalur alternatif tersebut kami pilih agar wilayah Kowangan sampai ruas sekitar Pasar Kliwon Rejo Amertani yang berada di pusat Kota Temanggung tidak terjadi penumpukan volume kendaraan yang menyebabkan terjadinya kemacetan karena banyak titik-titik strategis di sana,” jelasnya.

Tak hanya rekayasa lalu lintas, pihak kepolisian menggandeng sejumlah pihak juga akan menyiapkan satu pos pelayanan dan tiga pos pengamanan guna melayani para pemudik hingga arus balik mendatang.

Yakni, satu pos pelayanan di Jalan Raya Pingit Kecamatan Pringsurat yang menjadi jalur perlintasan antara Semarang - Magelang - Yogyakarta. Sedangkan tiga pos pengamanan tersebar di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, depan RSK Ngesti Waluyo Parakan, dan dekat Pasar Kecamatan Ngadirejo.

Dijelaskan Maesa, pos-pos tersebut sengaja didirikan di berbagai titik vital, terutama pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas perekonomian masyarakat. Terlebih di dalamnya juga terdapat bangunan strategis seperti bank maupun toko emas.

"Pos-pos tersebut berdiri di lokasi paling rawan kemacetan dan kecelakaan, sehingga nanti petugas dari pos bisa langsung bertindak selama 24 jam nonstop untuk mengurai kemacetan maupun menertibkan apabila ada pasar tumpah yang menyebabkan kemacetan," pungkasnya.

(I) Laporan: Rizal Ifan Chanaris
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA