1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Ini rahasia di balik hari peresmian Pasar Klewer, Jumat Legi

"Apresiasi tinggi untuk Pemkot dan pedagang yang pemindahannya berjalan damai dan tanpa konflik."

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 21 April 2017 16:53

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pasar Klewer Kota surakarta baru saja diresmikan Presiden Joko widodo hari ini, Jumat (21/4). Bukan tanpa alasan pemilihan hari ini. Sesuai penanggalan jawa hari ini tepat Jumat legi. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita yang memberi bocoran cerita ini.

Sebelum peresmian, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta beserta pedagang Pasar Klewer. Pasalnya, pasca musibah kebakaran pada tahun 2014 lalu, relokasi pedagang ke pasar darurat Klewer di Alun-alun Utara berjalan tanpa gesekan.

"Apresiasi tinggi untuk Pemkot dan pedagang yang pemindahannya berjalan damai dan tanpa konflik. Ini teladan ketika Pak Presiden (Joko Widodo) menjadi Wali Kota Solo yang diteruskan Wali Kota saat ini (FX Hadi Rudyatmo)," ujar Mendag Enggartiasto.

Selain relokasi berjalan damai, menurut dia, Pemkot Surakarta juga membebaskan retribusi pedagang selama menempati pasar darurat. Hal itu menunjukkan empati Pemkot kepada pedagang yang menjadi korban musibah kebakaran pada 27 Desember 2014 lalu.

"Retribusi juga digratiskan selama dua tahun. Daerah lain harus mencontoh karena pedagang itu korban. Bahkan para pedagang kaki lima yang sebelum kebakaran menempati emperan kini juga diberikan tempat untuk menempati lantai II," ujarnya.

Berdasarkan cerita Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, lanjut dia, penentuan waktu peresmian revitalisasi Pasar Klewer pada Jumat Legi 21 April memiliki makna yang dalam. Bukan hanya bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kartini, tapi juga berdasarkan kalender Jawa.

"21 April jatuh hari Jumat Legi. Dalam perspektif budaya Jawa memiliki makna pandai bersyukur atas apa yang didapat dan senantiasa berkecukupan, asalkan tetap mau berusaha. Dan lahir pada Jumat Legi cocok untuk berwirausaha untuk pengusaha dan pertanian," bebernya.

Filosofi itu, sambung Enggar, menjadi doa dan harapan bagi pedagang Pasar Klewer dan warga Solo.

"Disamping itu 21 April juga bertepatan hari Kartini, hari pembebasan, hari pemberdayaan dengan semangat habis gelap terbitlah terang. Hari ini kita semua keluarga besar Pasar Klewer tengah melangkah dari kegelapan setelah kebakaran beberapa waktu lalu, kini menuju hari terang. Semangat ini juga harus tercermin dalam penataan dan manajemen pasar ke depan," pesan dia.

Mendag menambahkan, revitalisasi pembangunan Pasar Klewer menelan total anggaran sebesar Rp 157,8 miliar yang bersumber dari APBN, di luar APBD.

"Pembangunannya bertahap. Pada 2015 mendapatkan APBN melalui dana tugas pembantuan sebesar Rp 61,8 miliar untuk pembangunan basement dan lantai satu Kemudian 2016 sebesar Rp 96 miliar untuk pembangunan struktur lanjutan dan finishing empat lantai, yaitu basement, semi basement, lantai satu dan lantai dua," imbuhnya.

(I) Laporan: Aditya Putra Wijaya
  1. Pasar Klewer
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA