1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Diproduksi PT INKA, ini penampakan KA Bandara Adi Soemarmo

"KA Bandara Adi Soemarmo menggunakan tipe kereta DEMU,"

©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Sabtu, 08 April 2017 19:47

Merdeka.com, Jawa Tengah - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan pembuatan Kereta Bandara Adi Soemarmo akan digarap oleh PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA). Proyek kereta yang menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo dengan Stasiun Solo Balapan itu bakal menggunakan kereta tipe Diesel Electric Multiple Unit (DEMU).

Penampakan kereta api Bandara Adi Soemarmo
© 2017 jateng.merdeka.com/Aditya Wijaya

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, pembangunan jalur Kereta Bandara Adi Soemarmo sepanjang 13.5 kilometer (Km) terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama merupakan rel eksisting atau rel yang sudah tersedia di Stasiun Solo Balapan - Stasiun Gundih sepanjang 3,5 Km. Sedangkan segmen berikutnya ialah membangun rel baru sepanjang 10 Km dari Stasiun Solo Balapan pada Km 104+400 hingga Bandara Adi Soemarmo.

"KA Bandara Adi Soemarmo menggunakan tipe kereta DEMU. Satu trainset (rangkaian kereta) terdiri dari empat kereta atau gerbong yang masing-masing gerbong berkapasitas 50 tempat duduk. Total sarana sebanyak tiga trainset operasional dan satu trainset cadangan yang diproduksi PT INKA," kata Edi, usai peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan KA bandara di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Sabtu (8/4).

KA bandara yang terletak di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali itu, sambung Edy, ditargetkan beroperasi pada 2018. Bukan hanya terkoneksi dengan Stasiun Solo Balapan di kota Solo, KA Bandara Adi Soemarmo juga menghubungkan Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Maguwo dengan menempuh jarak sepanjang 72,7 Km pulang pergi (PP).

"Kecepatan KA bandara ini maksimal 70 Km per jam. Sehingga waktu yang ditempuh dari Stasiun Solo Balapan menuju bandara (Adi Soemarmo) adalah 15 menit. Kalau dari Stasiun Yogyakarta ke Bandara Adi Soemarmo menempuh waktu 1,5 jam. Nantinya estimasi frekuensi keberangkatan sebanyak enam kali perjalanan (12 kali PP) dengan waktu antara perjalanan (headway) 60 menit," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan General Manager Teknologi PT Inka, Agung Sedaju. Ia mengatakan, secara prinsip kerja KA Bandara Adi Soemarmo hampir mirip dengan KA Prambanan Ekspres (Prameks), namun mesinnya berada di bawah. Sedangkan prototipe kereta yang dipamerkan di kegiatan tersebut merupakan Light Rail Transit (LRT) PT KAI untuk pelaksanaan Asian Games di Palembang pada 2018.

"Kalau LRT Palembang ini listrik ada di luar. Sedangkan KA Bandara Adi Soemarmo di bawah dengan tipe DEMU. Tapi konstruksi body kereta sama, yakni terbuat dari alumunium. Dan tadi Bapak Presiden (Joko Widodo) juga kaget, bilang 'kok ternyata konstruksi body almunium sudah dipakai di Indonesia?' Karena selama ini memang body kereta di Indonesia kebanyakan stainles steel. Jadi ini yang pertama (body alumunium)," kata dia.

Dengan konstruksi terbuat dari alumunium, lanjut Agung, laju kecepatan kereta bertipe DEMU itu memiliki keunggulan hemat bahan bakar. Selain itu juga memiliki laju lebih ringan dan sisi perawatan trek lebih mudah. Kendati perbandingan komponennya 40 persen impor, dan sisanya produk lokal.

"Baru akan dibikin dua trainset yang masing-masing trainset berisi empat gerbong. Target selesai kalau enggak salah April 2018. Nilainya 1,2 juta US Dollar per trainset. Kalau ditotal (dua trainset) sekitar Rp 100 miliar," imbuhnya. (Dit)

(PU)
  1. Bandara Adi Soemarmo
  2. Ekbis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA