1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Akhirnya, Mabes TNI AU izinkan pembangunan jalan bandara Soedirman

Detail lokasi akan dikoordinasikan antara Lanud Jenderal Besar Soedirman dengan PT Angkasa Pura II.

Helikopter mendarat di Lanud Jenderal Soedirman, Wirasaba, Purbalingga. ©2016 Merdeka.com Editor : Puji Utami | Jum'at, 11 Agustus 2017 11:30

Merdeka.com, Jawa Tengah - Markas besar TNI Angkatan Udara (Mabes TNI AU) mengizinkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk membangun akses jalan menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman. Lahan milik TNI AU yang akan dibangun sepanjang 420 meter x 20 meter ini berada di wilayah Kecamatan Kemangkon.

Usai rapat bersama Tim Teknis Aset TNI AU di Mabes AU Jakarta, Kamis (10/8), Bupati Purbalingga, Tasdi mengatakan, rapat tersebut menghasilkan tiga poin yakni, Mabes TNI AU memberikan persetujuan penggunaan lahan untuk pembangunan akses jalan menuju bandara Jenderal Besar Soedirman. Detail lokasi akan dikoordinasikan antara Lanud Jenderal Besar Soedirman dengan PT Angkasa Pura II.

"Poin kedua, sesuai dengan surat Menteri Perhubungan RI nomor AU.101/3/17 PHB 2017 tertanggal 8 Agustus 2017 tentang Pengembangan Lanud Jenderal Besar Soedirman, intinya Menhub meminta kepada Menteri BUMN untuk menugaskan PT AP II guna membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman," ujarnya.

Sedangkan poin ketiga, imbuh Tasdi, TNI AU, Pemprov Jateng, Pemkab Purbalingga, PT AP II, Airnav Indonesia dan BMKG akan membuat pernyataan bersama tentang rencana pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Adapun pada kunjungan Menhub Budi Karya Sumadi bersama Presiden Direktur PT AP II Muhammad Awaluddin, Minggu (6/8) lalu, diputuskan untuk pengembangan Lanud Jenderal besar Soedirman (Wirasaba) menjadi bandara Jenderal Besar Soedirman. Pembangunan bandara ini dipastikan selesai pada tahun 2018.

Sebagai operator bandara, PT AP II telah menyiapkan anggaran Rp 350 miliar untuk membangun berbagai sarana prasarana pendukung seperti runway, taxiway, bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi dan sarana lain. Untuk landasan pacu, dari sekarang 850 meter, akan diperpanjang menjadi 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Tahap selanjutnya akan diperpanjang lagi menjadi 2.000 hingga 2.400 meter.

"Rintisan pengembangan bandara Wirasaba menjadi bandara komersial dilakukan sejak tahun 2006 silam. Pengembangan landasan ini juga didukung oleh tujuh bupati disekitar wilayah Purbalingga," ujar Tasdi.

Dia menjelaskan, Bandara Jenderal Besar Soedirman diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan. Khusus untuk Purbalingga sendiri akan semakin memperkuat pergerakan investasi dan pariwisata. "Di Purbalingga setidaknya ada 28 investor asing asal Korea, dan keberadaan bandara tentunya akan sangat mendukung investasi,” kata Tasdi.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan dana Rp 30 miliar untuk pembebasan lahan guna perluasan landasan pacu bandara. "Selain itu juga membangun infrastruktur pendukung seperti pembangunan jembatan Linggamas yang mempersingkat jarak dari Purwokerto ke Bandara Wirasaba dan pelebaran jalan akses menuju bandara,” kata Tasdi. (suk)

(PU)
  1. Pembangunan Bandara
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA