1. JAWA TENGAH
  2. WISATA

Mari tengok prosesi paling dinanti HUT Banyumas, boyong saka si Panji

"Masyarakat dan aparat bergotong royong membawa tiga buah duplikat tiang Saka Guru Si Panji sejauh 16,4 kilometer."

Prosesi iring-iringan Saka si Panji, Jumat (17/2) dalam HUT Banyumas ke 446.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 17 Februari 2017 20:53

Merdeka.com, Jawa Tengah - Perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas, 80 tahun lalu diperingati dengan cara unik. Masyarakat dan aparat bergotong royong membawa tiga buah duplikat tiang Saka Guru Si Panji sejauh 16,4 kilometer, Jumat (17/2) sore.

Arak-arakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Banyumas ke 446 ini dimulai dari halaman Pendapa Yudhanegara, Kecamatan Banyumas. Beberapa lelaki berpakaian ala prajurit mulai menggotong tiang dengan panjang sekitar 10 meter tersebut.

Setelah menerima laporan persiapan, Bupati Banyumas, Achmad Husein melepas rombongan pembawa tiga buah replika Saka Si Panji dari tempat asalnya, Kota Lama Banyumas menuju ke Alun-alun Kota Purwokerto.

Kepala Bidang Kebudayaan Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko menuturkan, prosesi ini merupakan napak tilas perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas ke Purwokerto pada 7 Januari 1937. Saat itu KRAA Sudjiman Mertadiredja Gandasoebrata yang menjabat sebagai Bupati Banyumas.

"Pada masa itu, perpindahan Saka Guru Si Panji tersebut berjalan seperti biasa. Namun ada satu buah saka yang "ngambek" enggan melewati Sungai Serayu. Saka itu pun dibawa memutar dari pantai utara baru ke Purwokerto. Tetapi, pada kirab Boyongan Saka Si Panji kali ini, Saka Guru yang ngambek ceritanya sudah berada di Purwokerto," katanya.

Uniknya, saka tidak dibawa dengan menggunakan kendaraan, melainkan digotong dengan berjalan kaki secara estafet. Titik pergantian penggotong berjumlah 16 desa dan kelurahan di sepanjang jalur perjalanan.

Masyarakat yang berada di sepanjang jalur bergotong royong dengan cara sambatan atau “rengos”. Mereka pun bergotong royong membawa tiga buah saka secara bergantian. Di sepanjang jalan pun ribuan warga berjejer mengabadikan prosesi unik tersebut.

"Rute yang dilewati melalui jalur normal yaitu Banyumas, Kalibagor, Sokaraja, Berkoh, Jalan Jenderal Sudirman menuju Pendopo. Jarak tempuh mencapai 16,4 km. Etape kecil pergantian antar desa/kelurahan dan etape besar pergantian antar kecamatan," kata Sekretaris Dinporabudpar Banyumas, Suwondo Geni.

Dia mengatakan, sebelum prosesi ini, rombongan Bupati Banyumas menggelar ziarah ke Makam Bupati Pertama Djoko Kahiman di Makam Dawuhan Kecamatan Banyumas. Kemudian dilanjutkan syukuran dengan tumpengan di Pendopo Kecamatan Banyumas, dilanjutkan dengan pertunjukan wayang ruwat bumi.

(I)
  1. HUT Banyumas 446
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA