1. JAWA TENGAH
  2. PERTANIAN

Target Pemkab Banyumas bulan ini sebar 78 ribu Kartu Tani

"Kartu tani merupakan jaminan agar petani tak lagi mendapat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi."

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Menteri BUMN saat launching Kartu Tani di Magelang, 12 Januari silam.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 17 Februari 2017 21:08

Merdeka.com, Jawa Tengah - Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan 78 ribu kartu tani selesai dibagikan sebelum bulan Februari berakhir. Distribusi kartu ini diharapkan rampung bersamaan dengan akhir Masa Tanam Pertama (MT 2) dan persis menjelang Masa Tanam Kedua (MT 2) 2017.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Banyumas, Tjutjun Sunarti Rochidy mengatakan kartu tani tersebut berguna untuk membeli pupuk bersubsidi. Tanpa kartu tani, petani tidak akan mendapat pupuk bersubsidi dan harus membayar dengan harga non-subsidi.

“Utamanya itu, bagi petani itu untuk membeli pupuk bersubsidi. Yang biasanya dibeli dengan cara manual," ujar Tjutjun, Jumat (17/2).

Tjutjun mengemukakan, program rintisan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia ini memiliki kemungkinan ada petani yang tidak mendapat kartu tani. Untuk itu, pihaknya juga berkoodinasi dengan pemerintah desa untuk mendata jika ada petani yang belum mendapat kartu tani.

Tjutjun mengungkapkan kartu tani merupakan jaminan agar petani tak lagi mendapat kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab, pupuk bersubsidi didisribusikan sesuai jumlah kebutuhan di sebuah daerah dengan pengawasan yang ketat.

"Pak Gubernur Ganjar punya program untuk enam tepat, yakni tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat mutu dan sebagainya, maka dibuatlah program percontohan kartu tani ini," kata dia.

Tjutjun menjelaskan, dalam katu ini juga tersimpan data kebutuhan pupuk yang dibutuhkan untuk sekali musim tanam disesuaikan dengan luasan lahan. Kartu ini juga merupakan kartu multifungsi. Selain untuk berbelanja pupuk bersubsidi, kartu tani tersebut juga merupakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bekerjasama dengan salah satu bank pemerintah. Kata dia, pemerintah ingin melatih petani untuk menabung.

Cara kerjanya, petani diperbolehkan membeli pupuk bersubsidi dengan cara mengisi kartu tabungan terlebih dahulu disesuaikan dengan jumlah nominal pupuk sesuai kuota.

"Karena bentuknya seperti ATM, jadi nanti multifungsi juga seperti ATM. Melatih petani untuk menabung. Membeli pupuk itu juga harus sudah punya tabungan," jelasnya.

Diakui Tjutjun, masih dibutuhkan sosialisasi kegunaan kartu tani ini kepada para petani. Untuk itu, Dinas Pertanian menerjunkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan bekerjasama dengan Pemdes dan perbankan untuk mensosialisasikan kegunaan kartu tersebut.

(I)
  1. Kartu Tani
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA