1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Kunjungi pembangunan Waduk Logung Kudus, ini kata Menkeu

"Jadi tidak ada kekhawatiran adanya isu tenaga kerja asing. Ini murni karya anak Indonesia."

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat melakukan kunjungan kerja ke pembangunan Waduk Logung Kudus, Jumat (17/2).. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 17 Februari 2017 20:42

Merdeka.com, Jawa Tengah - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Menteri Keuangan mengunjungi pembangunan Waduk Logung Kudus. Turut mendampingi, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Kudus dalam rombongan kunjungan kerja tersebut pada Jumat (17/2).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrayanti mengapresiasi pembangunan waduk seluas 213 hektar (Ha) itu serta upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus yang telah membantu membebaskan 113,26 (Ha), hampir 80 persen, tanah dari masyarakat untuk kepentingan pembangunan.

“Ini merupakan pembangunan yang patut diteladani sebab ada kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan pusat," kata mantan Direktur World Bank itu.

Sri Mulyani menambahkan bahwa pembangunan waduk logung ini merupakan wujud nyata optimalisasi anggaran negara untuk pembangunan infrastruktur. Itu dilakukan supaya kehidupan rakyat bisa lebih sejahtera. "Ini bukti bahwa efektivitas anggaran berhasil dan berguna untuk kepentingan rakyat," tegasnya.

Saat ini pembangunan waduk logung telah mencapai 40 persen dan ditarget akan selesai pada tahun 2018. Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono yakin bahwa itu mampu diselesaikan sesuai target. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan tersebut murni oleh anak bangsa. Mulai dari pekerja, kontraktor dan insinyur lahir dan besar di Indonesia.

"Jadi tidak ada kekhawatiran adanya isu tenaga kerja asing. Ini murni karya anak Indonesia," paparnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan kelancaran pembangunan tidak lain sebab aliran dana pendapatan negara yang stabil. Untuk mendapatkan dana itu saat ini negara mengandalkan sektor perpajakan. Maka jika masyarakatnya taat pajak, pembangunan infrastruktur lancar dan kesejahteraan pun bisa dicapai.

Ganjar menyampaikan bahwa potensi Kudus menjadi kota besar sangat baik. Pasalnya sementara ini Kudus bisa dikatakan sebagai kabupaten dengan pendapatan daerah terbanyak setelah Jakarta.

Sementara itu, Bupati Kudus, Musthofa merencanakan pembangunan waduk logung ini nantinya juga berfungsi pula sebagai taman kota. Ia memperlihatkan rencana 3D bangunan waduk yang dikelilingi dengan pepohonan rindang beserta jalan dan atribut taman.

"Jadi selain sebagai penampungan air, irigasi dan tadah banjir itu bisa berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga," tutur Mustofa.

(I)
  1. Kudus
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA