1. JAWA TENGAH
  2. INFRASTRUKTUR

Akhir tahun ini pembangunan Jateng Park dimulai

"Kalau Anda (investor) tidak punya dana minimal Rp 3 triliun, lebih baik tidak usah bicara Jateng Park." Sri Puryono, Sekda Jateng.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono.. ©2016 Merdeka.com Editor : Ibrahim | Jum'at, 17 Februari 2017 18:57

Merdeka.com, Jawa Tengah - Obyek wisata Jateng Park mulai 2018 bisa dinikmati masyarakat. Setelah sempat terkatung-katung, pembangunannya menuai kejelasan usai perusahaan gabungan yang menangani pembangunan terbentuk pada 10 Februari lalu.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu menjelaskan bahwa pembangunan akan melalui beberapa tahapan. "Tahun depan, kami targetkan sudah ada dua spot yang bisa dibuka untuk umum. Sementara di 2019, sudah bisa selesai 50 persen dari total pembangunan Jateng Park," kata dia, kemarin.

Konsep pengembangan Jateng Park, lanjut dia dibagi menjadi tujuh spot utama. Yaitu resto and souvenir, theme park (semua usia), water park (seluas 35 hektare atau terbesar di Jawa), eco safari, eco lodge (berkonsep hotel bintang tiga), retention lake, dan kantor pengelola kawasan.

"Untuk ground breakingnya akan dilakukan tahun ini bulan November," kata dia.

Sementara itu, untuk perusahaan gabungan terdiri dari PT Palawi dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) yang sepakat menggunakan nama PT Penggaron Sarana Semesta.

Dalam new company tersebut, kursi direktur utama akan dijabat pihak Perum Perhutani, dan jabatan direksi di bawahnya dari Pemprov Jateng. Sementara komisiaris utama dari Pemprov, dan anggota-anggotanya dari Perum Perhutani.

Susunan jabatan tersebut ditentukan berdasarkan pemilik saham Jateng Park, atau modal awal yang disetor untuk membentuk newco. Yaitu 51 persen atau Rp 5,1 miliar dari Perum Perhutani, dan sisanya dari Pemprov Jateng.

"Jadi pemegang saham terbesar nantinya akan menduduki jabatan direktur utama," paparnya.

Dibeberkan, akhir Maret mendatang, PT PSS harus sudah menyelesaikan penyusunan business plan dan penyusunan persyaratan pemilihan investor. Selain itu, PT PSS juga harus menentukan branding Jateng Park serta penjaringan calon investor. Pada awal April, Jateng Park akan dilakukan beauty contest untuk investor yang telah dijaring.

Investor yang terpilih, lanjut Peni, akan menyusun dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup-Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) pada Mei-Oktober.

"Ground breaking akan dilakukan pada November dan dilanjut konstruksi," tegas Peni.

Sekda Jateng, Sri Puryono menambahkan, hingga saat ini, sudah ada lima calon investor yang berminat mengembangkan Jateng Park. Dua di antaranya dari luar negeri, dan tiga perusahaan di antaranya dari dalam negeri.

"Investor sudah banyak yang menawarkan. Tapi saya menegaskan, kalau Anda (investor) tidak punya dana minimal Rp 3 triliun, lebih baik tidak usah bicara Jateng Park," tegasnya.

(I)
  1. Pembangunan Jateng Park
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA